IN THE SPOTLIGHT

Dr. Ir. Hari Nugraha Nurjaman, MT.

Pemerintah Indonesia sudah memiliki visi untuk mengembangkan teknologi atau industri konstruksi yang berbasis manufaktur untuk dapat mendukung pembangunan yang berkualitas, sustain, cepat, dan ekonomis. Poin penting itu juga disampaikan kepada beberapa asosiasi di bidang industri konstruksi, termasuk Ikatan Ahli Pracetak dan Prategang Indonesia (IAPPI) yang berdiri sejak tahun 1999 melalui Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Rachmadi Bambang Sumadhijo.

Sejak saat itu, IAPPI diminta untuk melakukan link and match antara perguruan tinggi, industri, perusahaan, maupun dari pemerintah sendiri untuk mensinergikan segala usaha agar dapat menghasilkan produk-produk yang bisa mendukung pembangunan di Indonesia. Pandangan tersebut disampaikan oleh Dr. Ir. Hari Nugraha Nurjaman, MT selaku Ketua Umum IAPPI saat ini yang disampaikan secara langsung kepada tim redaksi Construction+ Indonesia.

Pembuatan terowongan dengan Tunnel Boring Machine yang dilapisi dengan precast panel pada proyek MRT Jakarta

Sejauh mana program yang dicanangkan pemerintah tersebut dapat berdampak pada industri konstruksi di Indonesia?
Inti dari program tersebut adalah kolaborasi. Melalui kolaborasi, kita bisa menghasilkan produk-produk yang bagus. Relatif cukup berhasil sehingga program tersebut ditingkatkan lagi pada tahun 2013, di mana pemerintah ingin lebih mempopulerkan teknologi ke masyarakat yang lebih luas. Ditargetkan pada tahun 2013 memiliki visi bahwa minimal 50% industri konstruksi harus berbasis manufaktur. Tahun 2014 lalu, terjadi percepatan pembangunan, di mana targetnya ditetapkan pada tahun 2019 bertambah menjadi 30% dengan demand yang besar di bidang infrastruktur (percepatan) yang kemudian target tersebut juga dapat terpenuhi.

Peta Produksi dan Distribusi Produk Beton Pracetak

Untuk memantapkan program ini, maka IAPPI juga diajak untuk terlibat dalam pembuatan UU No. 2 tahun 2017 tentang Usaha Jasa Konstruksi yang melegalkan semua usaha kita agar dapat membuat industri konstruksi yang mengarah ke manufaktur. Dengan berbasis pada UU tersebut, sekarang pemerintah banyak melakukan dukungan. Selain memakai produknya, pemerintah juga melakukan banyak pengembangan standar-standar yang kemudian diikuti dengan induksi industri dan pelatihan-pelatihan, baik untuk industri maupun sumber daya manusia (SDM)-nya.

Stadion Papua Bangkit dengan teknologi precast pada tribunnya

Bagaimana IAPPI berperan dalam menghimpun pelaku dunia konstruksi, terutama yang terkait dengan teknik pracetak, perancah, dan prategang di tanah air?
Kunci suksesnya berasal dari pemerintah yang menjadi pelopor untuk menyediakan kebutuhan pembangunan infrastruktur dan perumahan, yang kemudian membutuhkan teknologi di bidang konstruksi tersebut. Pertama-tama, pemerintah membuat suatu industri sebagai pelopor, di mana pada waktu itu industri dilakukan oleh BUMN. Dari situ, kita menawarkan ke pihak-pihak lain yang ingin terlibat dan berpartispasi dalam memberikan masukan tentang demand yang dibutuhkan ketika pemerintah menginginkan teknologi tersebut dan bagaimana pihak-pihak lain bisa berpartisipasi di dalamnya.



To read the complete article, register your details above
to be notified once the revamped Construction Plus App is ready!