IN THE SPOTLIGHT

Ir. Basuki Muchlis, MT

Perubahan budaya kerja sebelum dan sesudah pandemi berdampak pada penggunaan digital platform yang signifikan. Hal ini juga dipicu dengan adanya Peraturan Presiden (Perpres) No. 18 Tahun 2020 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) Tahun 2020-2024, di mana penerapan industri 4.0 menjadi salah satu major project dengan tujuan untuk meningkatkan produktivitas, efisiensi, kontribusi nilai tambah, daya saing, dan berkelanjutan industri nasional.

Perkembangan proyek IKN | Sumber: Kementerian PUPR

Hal ini yang membuat mau tidak mau Indonesia harus meningkatkan level proses berkonstruksi karena tuntutan untuk menerapkan industri konstruksi modern dan berteknologi tinggi menjadi sangat penting. Salah satu asosiasi konstruksi tertua di Indonesia, Asosiasi Kontraktor Indonesia (AKI), mempertegas kebutuhan itu dengan melakukan kolaborasi bersama pemerintah, para kontraktor yang juga anggota, dan stakeholder di industri ini. Hal ini diutarakan oleh Ir. Basuki Muchlis, MT selaku Direktur Eksekutif AKI yang diwawancarai langsung oleh Anton Adianto dan Inggrid Shafira Dwiyunita dari Construction+ Indonesia di Jakarta. Basuki sendiri sudah mendapatkan banyak penghargaan dari pemerintah dan swasta, serta mendapatkan sertifikat atas penyampaian produk dan layanan inovasi unggul yang sangat diapresiasi dalam mengikuti penghargaan prestasi inovasi konstruksi yang dikeluarkan oleh ASPEKINDO di akhir 2022.

Apa saja peran dan keterlibatan Asosiasi Kontraktor Indonesia (AKI) sebagai asosiasi dalam industri konstruksi yang digagas oleh pemerintah dan swasta di Tanah Air?
AKI sudah berdiri 50 tahun yang lalu, di mana saat ini mayoritas anggotanya adalah kontraktor-kontraktor besar di seluruh Indonesia, baik Badan Usaha Milik Negara (BUMN) maupun swasta. AKI sendiri memiliki anggota tetap sekitar 60 perusahaan dan anggota peserta sekitar 100 perusahaan, di mana proyeknya tidak hanya berskala nasional saja, namun juga internasional. Dari eksistensi nasional, anggota AKI terlibat dalam sekitar 80% proyek yang dibangun di Indonesia.

Kendala yang harus dihadapi dalam proses konstruksi

Lalu, bagaimana visi dan misi utama dari AKI dalam mendukung perkembangan industri konstruksi di Indonesia?
Visi dan misi dari AKI adalah untuk menumbuhkan iklim usaha jasa konstruksi yang kondusif. Dengan adanya iklim ekonomi saat ini, kita harus bisa menjembatani pemerintah Indonesia untuk menumbuhkan iklim yang kondusif. Jadi, seperti halnya Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan (PUPR), Kementerian Perhubungan, Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional / Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas), dan lain-lain, AKI juga harus selalu mengikuti pola yang ada yang harus mengikuti iklim untuk menumbuhkan ekonomi saat ini. Apalagi dengan kondisi sekarang, di mana Ibu Kota Negara Nusantara (IKN) didominasi pelaksanaannya oleh hampir seluruhnya anggota AKI, misalnya Waskita Karya, Hutama Karya, dan banyak lainnya.

LRT menjadi salah satu proyek yang mengedepankan beberapa capaian teknologi terkini dalam konstruksinya

Informasi permohonan SBU dan SKA


To read the complete article, register your details above
to be notified once the revamped Construction Plus App is ready!

yasbetir1.xyz winbet-bet.com 1kickbet1.com 1xbet-ir1.xyz hattrickbet1.com 4shart.com manotobet.net hazaratir.com takbetir2.xyz 1betcart.com betforwardperir.xyz alvinbet.help/ ritzobet.org betforward.com.co betforward.help betfa.cam 2betboro.com 1xbete.org 1xbett.bet romabet.cam megapari.cam mahbet.cam وان ایکس بت بت فوروارد