NEWS & EVENTS

Pameran Arsitektur Vernakular Indonesia

Arsitektur Hijau didirikan pada tanggal 24 November 1985 oleh sekelompok mahasiswa yang memiliki ketertarikan yang sama pada obyek arsitektur vernakular Indonesia, dan masih aktif merekamnya ke berbagai daerah sampai sekarang. Pada pameran yang diadakan pada tanggal 28 Februari hingga 1 April 2017 di Kopi Manyar Bintaro ini ditampilkan dokumentasi dari beberapa ekspedisi yang dilakukan oleh Arsitektur Hijau dengan tujuan untuk berbagi cerita bahwa setiap daerah memiliki keunikan masing-masing. Hal ini juga memperlihatkan keberagaman arsitektur vernakular Indonesia yang memiliki daya tarik masing-masing berdasarkan bentuk, tatanan, proporsi, dan logika struktur.

Bukan hanya dokumentasi dari setiap perjalanannya saja yang mereka tampilkan, tetapi juga terdapat maket kampung yang terpasang pada dinding, dilengkapi dengan keterangan maket dan deskripsi kampung secara singkat. Selain itu, terdapat juga maket interaktif yang bermula dari konsep interaksi dua arah agar pengunjung dapat bermain dan belajar akan kompenen dasar sebuah rumah, yaitu atap, sekat, dan fondasi. Realisasi perancangan berupa maket interaktif ini merupakan proyeksi dari maket Kampung Fohoterin, Ensaid Panjang, dan Nage. Di samping itu, terdapat barisan digital display pada ruangan tertutup cafe yang menampilkan foto-foto hasil dokumentasi ekspedisi dan perjalanan Arsitektur Hijau yang disusun secara sistematis berdasarkan alur waktu.

Disela-sela waktu pameran tersebut, Arsitektur Hijau pun mengadakan suatu acara diskusi yang diselenggarakan pada tanggal 26 Maret 2017 dengan menghadirkan Yori Antar sebagai principal architect dari Han Awal & Partners dan founder rumah asuh, dan Sutiknyo sebagai travel blogger. Dalam kesempatan ini, Yori Antar menceritakan pengalamannya dalam membangun rumah-rumah adat yang kini dijadikan destinasi wisata di daerahnya, salah satunya seperti desa wisata di Wae Rebo, Flores.

Menurutnya, kita harus punya perhatian lebih dengan budaya Indonesia, khususnya dengan arsitektur nusantara yang sekarang ini sedang menjadi pusat perhatian pemerintah. Hal ini disebabkan karena pemerintah Indonesia sedang mengembangkan destinasi wisata di tanah air demi menarik wisatawan asing maupun dalam negeri. Ia juga mengharapkan generasi arsitek muda sekarang mempunyai perhatian khusus pada arsitektur nusantara agar tidak ada orang asing yang mengambil alih atau memanfaatkan kesempatan ini.

Nyaris senada, Sutiknyo pun memaparkan pengalamannya dalam berkunjung ke setiap daerah yang pernah ia jelajahi, termasuk ke kampung-kampung pedalaman. Mulai dari sana, kecintaannya terhadap tanah air pun semakin dalam sehingga ia mengajak semua pihak agar kita lebih mengenal dan menjelajahi Indonesia sebelum memutuskan pergi ke luar negeri.