IN DESIGN

GBI Karunia Kebayoran

Fasilitas ibadah merupakan salah satu bentuk nyata pemenuhan hak kebebasan beragama. Sebagai salah satu fasilitas ibadah, Gereja Bethel Indonesia (GBI) Karunia Kebayoran ingin memenuhi kebutuhan fasilitas ibadah jemaatnya dengan desain yang sederhana, namun bersahaja sehingga fasilitas ibadah ini dapat mengakomodasi kebutuhan jemaat dan menyatu dengan lingkungan sekitar.

JAPANESE ZEN STYLE
Kondisi tapak GBI Kebayoran berada di lingkungan permukiman. Sebelum direncanakan proses pembanguan, operasonal fasilitas ibadah GBI Kebayoran menggunakan bangunan tua yang secara desain dan infrastruktur kurang layak untuk menampung kegiatan ibadah. Ketika menunjuk Evonil Architecture Consultant untuk mendesain gerejanya, pengurusnya menginginkan bangunan gereja yang benar-benar dikerjakan baru dari awal. Dengan pertimbangan tersebut diharapkan perencanaan desain gereja dapat matang sehingga memenuhi aspek ekonomis secara pembangunan dan maintenance, serta dapat mengakomodasi kebutuhan ibadah.

Desain baru GBI Karunia Kebayoran juga diharapkan mampu mencerminkan karakter gereja tanpa harus terlihat terlalu monumental sehingga dapat menyatu dengan lingkungan sekitar. Berangkat dari keinginan tersebut, konsep desain utama gereja mengadaptasi tema modern minimalis yang terinspirasi dari zen style khas Jepang yang sederhana, namun sangat kuat pada unsur material alami berupa kayu dan warna alami beton ekspos. Zen style diterapkan untuk menciptakan suasana rileks dan kontemplatif.

MENYATU DENGAN LINGKUNGAN SEKITAR
Focal point pada proyek ini adalah susunan ruang kebaktian yang terdiri dari 2 lantai dengan lantai dasar dan lantai mezzanine yang tetap memberikan kenyamanan visual bagi pengguna saat mengikuti kebaktian. Ruang kebaktian ini didesain dengan organisasi linear memanjang sehingga mampu menampung kurang lebih 230 kursi jemaat.

Tantangan terbesar dalam mendesain proyek ini adalah luas lahan yang relatif kecil. Di sisi lain, ada begitu banyak divisi gereja yang mengemukakan kebutuhan masing-masing. Akhirnya, Evonil menemukan win-win solution untuk menjawab tantangan tersebut dengan mendesain ruang-ruang komunal dan yang bersifat multifungsi agar dapat dipakai bergantian.

Proyek gereja ini juga diharapkan dapat menyatu dengan lingkungan sekitar terutama dari segi fisik bangunan dan aspek sosial. Kesederhanaan dan kebersahajaan bentuk dengan desain eksterior yang terlihat natural namun tetap menyisipkan karakter bangunan gereja secara intrinsik dikreasi untuk dapat menyatu dengan lingkungan perumahan sekitar dan tetap terlihat asri.

DATA PROYEK
Nama Proyek: GBI Karunia Kebayoran
Lokasi: Kebayoran, Jakarta Selatan
Selesai: 2020
Luas Area: 360 meter persegi
Luas Bangunan: 560 meter persegi
Jumlah Lantai: 2
Jumlah Ruang: 1 auditorium utama, 1 ruang kantor, 2 toilet, 2 ruang kelas
Klien/Pemilik: GBI Karunia
Konsultan Arsitektur: Evonil Architecture Consultant
Principal Architect: Willy Sulwyn
Konsultan Desain Interior: Evonil Architecture Consultant
Principal Designer: Willy Sulwyn
Konsultan Sipil & Struktur: Ir Husin Soleh
Konsultan Mekanikal & Elektrikal: Ir Husin Soleh
Konsultan Pencahayaan: Evonil Architecture Consultant
Foto/Gambar: Evonil Architecture Consultant