NEWS & EVENTS ONLINE EXCLUSIVE

Tiga Menteri, Panglima TNI, Kapolri dan Ketua DPR Tinjau Penyekatan Pelarangan Mudik di Brebes

Foto: PUPR

Pelarangan dan peniadaan mudik menjadi salah satu program utama pemerintah menjelang dan pasca Hari Raya Idul Fitri 2021 yang akan jatuh pada Kamis, 13 Mei 2021 mendatang. Untuk mendukung hal tersebut, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono bersama Ketua DPR RI Puan Maharani, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Doni Monardo, dan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo meninjau penyekatan mudik di Gerbang Tol Pejagan, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, Minggu, 9 Mei 2021.

Kunjungan kerja ini merupakan salah satu dari agenda perjalanan peninjauan lokasi penyekatan peniadaan mudik Lebaran 2021 di tiga provinsi, yakni Lampung, Banten, dan Jawa Tengah. Menteri Basuki mengatakan bahwa jalan tol dan non-tol tetap disiapkan pada masa larangan mudik sebagai jalur logistik, termasuk ruas jalan yang fungsional jika dibutuhkan, untuk kelancaran produksi dan distribusi barang kebutuhan pokok, obat-obatan atau alat kesehatan, serta layanan kesehatan/kendaraan medis dalam rangka penanganan pencegahan penyebaran COVID-19. “Kami memastikan kemantapan pada jalan tol dan jalan nasional yang baik, termasuk menjaga agar satu wilayah tidak terisolir karena jalan dan jembatan putus,” tambahnya.

Foto: PUPR

Menteri Budi Karya Sumadi menambahkan bahwa di masa peniadaan mudik ini akan terjadi penurunan jumlah pemudik jalur darat sebesar 80-90%. Bahkan, jumlah pemudik yang menggunakan transportasi umum di sektor udara, kereta api, dan laut mengalami penurunan hingga 90% pada setiap sektor. Ketua DPRI RI Puan Maharani menyampaikan bahwa melalui pantauan udara, situasi di tol Pejagan sudah cukup terkendali. Puan mengharapkan sinergitas dan koordinasi di lapangan terkait aturan peniadaan mudik antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan instansi terkait lainnya tetap selalu dijaga agar tidak terjadi kebingungan di kalangan masyarakat.

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menjelaskan bahwa kepolisian telah melakukan penyekatan dan penguatan terhadap protokol kesehatan di setiap titik-titik, namun akan dilakukan pemeriksaan tambahan bagi masyarakat yang lolos atau berhasil mudik di daerah masing-masing. “Hal ini tentu membutuhkan pemahaman dan pengertian dari seluruh masyarakat bahwa apa yang kita lakukan ini adalah dalam rangka untuk menjaga kesehatan masyarakat semua,” ujar Kapolri. — Construction+ Online