NEWS & EVENTS ONLINE EXCLUSIVE

Jembatan Aek Tano Pongol Menuju Pulau Samosir di Danau Toba Diupayakan Rampung Tahun 2022

Gambar: PUPR

Pengembangan kawasan Danau Toba sebagai Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) Prioritas/Destinasti Pariwisata Super Prioritas (DPSP) perlu dukungan dari sarana sekitarnya. Oleh karenanya, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) tengah melaksanakan pekerjaan konstruksi Jembatan Aek Tano Ponggol di Sumatera Utara (Sumut) dengan panjang total 294 meter untuk mendukung infrastruktur KSPN/DPSP Danau Toba tersebut.

Pengerjaan jembatan yang menghubungkan Pulau Sumatera dengan Pulau Samosir ini direncanakan rampung pada tahun 2022. Pembangunan infrastruktur pada setiap KSPN/DPSP direncanakan secara terpadu, baik penataan kawasan, jalan, penyediaan air baku dan air bersih, pengelolaan sampah, sanitasi, dan perbaikan hunian penduduk melalui sebuah rencana induk pembangunan infrastruktur.

Danau Toba sendiri telah ditetapkan sebagai 5 KSPN Prioritas/DPSP sesuai dengan visi Presiden Joko Widodo (Jokowi) bersama Borobudur di Magelang, Jawa Tengah; Mandalika di Nusa Tenggara Barat (NTB); dan Labuan Bajo di Nusa Tenggara Timur (NTT) atau 10 “Bali Baru” yang dikembangkan berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 3 Tahun 2016.

Gambar: PUPR

Kepala Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Sumatera Utara Selamat Rasidi mengatakan, Tano Ponggol merupakan satu-satunya akses darat untuk menuju Pulau Samosir yang berada di tengah Danau Toba. “Harapannya keberadaan jembatan ini yang dihiasi ornamen Dalihan Na Tolu yang merupakan filosofi suku Batak dapat menambah daya tarik kemudian meningkatkan jumlah wisatawan yang hadir dan juga kepada kesejahteraan masyarakat,” jelas Rasidi.

Saat ini masih terdapat sejumlah lahan yang belum berhasil dibebaskan sekitar 31%. Selain itu, menurut Rasidi juga masih ada kendala di lapangan berupa utilitas yang belum dipindahkan oleh pihak pengelola utilitasnya.

Jembatan Aek Tano Ponggol terbagi menjadi jembatan utama sepanjang 179 meter dan jembatan pendekat 155 meter. Pada jembatan utama terdiri dari 3 bentang, dengan bentang utamanya sepanjang 99 meter dan menggunakan struktur utama berupa box girder. Sedangkan untuk jembatan pendekat, terdiri dari 3 bentang dengan struktur utama prestressed I-girder.

Pembangunan jembatan Aek Tano Ponggol nantinya akan mengantikan fungsi jembatan yang sudah ada saat ini (eksisting) dengan panjang 16 meter. Konstruksinya dikerjakan oleh kontraktor pelaksana PT Wijaya Karya (Persero) Tbk bersumber dari Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) tahun 2020-2022 senilai Rp 157 miliar.  — Construction+ Online