STUDENT FEATURE

Technopark Perikanan Kota Pekalongan

Technopark Perikanan ini menggunakan pendekatan arsitektur hi-tech

Kota Pekalongan sangat serius dalam mengembangkan sektor perikanan, khususnya perikanan tangkap. Saat ini, Pekalongan memiliki satu pelabuhan perikanan dengan tipe B (Nusantara), yaitu Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Pekalongan, yang merupakan salah satu pelabuhan perikanan terbesar di Jawa Tengah. Prasarana yang dimiliki PPN Pekalongan tergolong lengkap, karena terdapat Tempat Pelelangan Ikan (TPI), dermaga, pabrik es, dan prasarana lainnya.

Menurut statistik, hasil perikanan tangkap di kota Pekalongan mengalami penurunan akibat faktor cuaca dan kenaikan harga BBM yang mengakibatkan melonjaknya biaya produksi. Pada tahun 2014, produksi perikanan laut sebanyak 15.361,21 ton atau turun 12,73% dibandingkan tahun sebelumnya sebanyak 17.602,89 ton. Sementara itu, pada tahun 2015 produksi perikanan tangkap di Pekalongan lebih rendah dibandingkan dengan tahun 2014, yaitu sebesar 14.621 ton yang otomatis menurunkan perekonomian masyarakat pesisir kota Pekalongan.

Di Pekalongan sendiri terdapat sebuah universitas, yaitu Universitras Pekalongan yang di dalamnya terdapat jurusan perikanan. Oleh karena itu, maka Technopark Perikanan merupakan wadah yang tepat untuk menyelesaikan masalah perikanan di kota Pekalongan. Dengan adanya Technopark Perikanan Pekalongan ini, maka pelaku perikanan dengan pihak universitas akan dapat dijembatani sehingga nantinya akan dapat ditemukan sebuah inovasi baru di bidang perikanan.

KONSEP DESAIN DAN LOKALITAS
Dalam merancang Technopark Perikanan ini, digunakan pendekatan arsitektur hi-tech. Konsep arsitektur hi-tech ini mengedepankan teknologi dan fungsi bangunan sehingga dapat memaksimalkan fungsi dan meningkatkan citra dari Technopark sebagai pusat inovasi yang mengedepankan teknologi. Sistem pada bangunan ini sendiri terintegrasi pada Building Automation System (BAS). Dengan menggunakan BAS, maka akan dapat lebih menghemat penggunaan energi pada bangunan.

Bangunan Technopark ini juga dilengkapi dengan sistem filtrasi air sehingga dapat memanfaatkan air dari Muara Banger untuk memenuhi kebutuhan air pada bangunan. Dalam perancangan Technopark ini material yang digunakan menggunakan produk lokal sehingga akan mempermudah dalam memperoleh material bangunan, sekaligus dapat menyelaraskan irama bangunan dengan lingkungan sekitar. Pada bangunan ini juga mengaplikasikan motif batik yang merupakan ciri khas dari Pekalongan.

PEMBENTUKAN MASSA
Bentuk massa bangunan diadopsi dari bentuk perahu dan ombak, di mana massa bangunan dibuat pipih sehinggga akan memaksimalkan pencahayaan sinar matahari. Massa bangunan yang berorientasi ke arah barat laut akan memaksimalkan pembayangan sinar matahari.

ZONA PADA BANGUNAN
Pada lantai satu bangunan digunakan sebagai zona parkir, zona penerimaan, zona auditorium, dan zona bisnis sehingga akan mempermudah aksesibilitas dari zona-zona tersebut. Pada lantai dua dimanfaatkan sebagai zona pelatihan, zona pengelola, dan zona galeri. Zona galeri berada di atas zona bisnis sehingga akan mempererat hubungan antara kedua zona tersebut.

Lantai tiga pada bangunan digunakan sebagai zona diklat dan zona galeri. Sedangkan lantai empat dimanfaatkan sebagai zona riset, karena zona ini membutuhkan ketenangan yang cukup tinggi sehingga diletakan pada tempat yang jauh dari sumber kebisingan.

DATA PROYEK
Nama Proyek: Technopark Perikanan Kota Pekalongan
Nama Mahasiswa: Hidayat Fariz
Universitas: Universitas Negeri Semarang
Mentor: Wiwit Setyowati

cplus-ad3