NEWS & EVENTS ONLINE EXCLUSIVE

Tiga Infrastruktur Baru Dorong Peningkatan Ekonomi Kerakyatan di Nganjuk

Foto: PUPR

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) telah membangun Jalan Tol Ruas Ngawi- Kertosono, Bendungan Semantok, dan Rumah Susun Pondok Pesantren Al Mardiyah yang memberikan kontribusi pada peningkatkan kualitas hidup masyarakat, khususnya di Kabupaten Nganjuk. Pembangunan ini merupakan bagian dari peranan penting dalam mendorong pertumbuhan perekonomian daerah mengoptimalkan potensi lokal sehingga berdampak langsung pada peningkatan kesejahteraan masyarakat setempat.

Kehadiran Jalan Tol Ruas Ngawi-Kertosono sepanjang 87 km yang merupakan bagian dari ruas Tol Trans Jawa memiliki peran penting pada peningkatan  potensi daerah di Kabupaten Nganjuk, terutama sektor ekonomi kerakyatan dan pariwisata lokal, selain juga memunculkan pusat pertumbuhan ekonomi baru yang berdampak pada terbukanya lapangan pekerjaan.

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan bahwa manfaat dari terbangunnya Tol Trans Jawa tidak hanya menjadi jalur penghubung transportasi antar kota, tetapi dapat diintegrasikan dengan kawasan-kawasan industri yang sekarang sudah muncul, seperti di Ngawi dan Nganjuk. “Tol Trans Jawa akan memangkas biaya angkutan logistik dan mengurangi waktu tempuh pengiriman barang (delivery time). Dengan kepastian waktu tempuh, investor dapat membuat perhitungan business plan lebih matang sehingga terbuka lapangan pekerjaan di sekitar pusat perindustrian di setiap daerah,” tambahnya.

Tol Ngawi-Kertosono selesai dibangun pada 2018 dengan 5 Gerbang Tol (GT). Pada Ruas Tol Ngawi-Kertosono terdapat 2 Tempat Istirahat dan Pelayanan (TIP) atau rest area, yakni TIP km 597 (B) dan TIP km 626 (A) yang dapat mendukung promosi produk lokal yang dilalui jalan tol.

Kementerian PUPR terus mendorong pengelola TIP untuk memenuhi komposisi minimal 70% pengusaha dengan brand dan produk lokal yang mengisi area komersial TIP dengan dikeluarkannya Peraturan Menteri (Permen) PUPR No. 10/PRT/M/2018 tentang Tempat Istirahat dan Pelayanan Pada Jalan Tol yang mengatur fasilitas yang harus tersedia di TIP.

Infrastruktur lain yang juga bermanfaat untuk mendorong potensi Kabupaten Nganjuk adalah pembangunan Bendungan Semantok dengan kapasitas tampung 32,6 juta meter kubik. Bendungan ini dibangun untuk mendistribusikan air saat musim kemarau agar tidak terjadi kekeringan pada areal persawahan sehingga dapat meningkatkan produksi pertanian atau intensitas panen di Kabupaten Nganjuk. Selain itu, bendungan ini juga memiliki potensi air baku, energi, pengendalian banjir, dan pariwisata yang akan menumbuhkan ekonomi lokal.

Pekerjaan konstruksi Bendungan Semantok dilaksanakan mulai tahun 2017, terdiri dari 2 paket pekerjaan. Paket 1, dikerjakan kontraktor PT Brantas Abipraya – PT. Pelita KSO dengan anggaran sebesar Rp 939 miliar meliputi tubuh bendungan bagian kiri, intake, bangunan fasilitas, instrumentasi,dan jalan masuk.

Paket 2 dikerjakan kontraktor pelaksana PT Hutama Karya – PT. Bangun Nusa, KSO dengan anggaran sebesar Rp 876 miliar meliputi tubuh bendungan bagian kanan, pengelak, intake, pelimpah, dan instrumentasi. Secara keseluruhan bendungan tersebut akan rampung konstruksinya pada tahun 2022.

Di Kabupaten Nganjuk, Kementerian PUPR juga membangun Rusun Ponpes Al Mardiyah yang diharapkan dapat membantu para santriwati untuk mendapatkan asrama yang layak selama proses belajar mengajar. Rusun ini dibangun 12 barak untuk menampung kurang lebih 216 santriwati. – Construction+ Online