COMMENTARY

Peran Inovasi dan Teknologi Struktur dalam Proyek Jalan Tol Layang Jakarta-Cikampek 2

Jalan tol Jakarta-Cikampek sudah lama menjadi jalur paling penting dan strategis yang menghubungkan kota-kota besar di sebelah timur Jakarta. Sebagai bagian dari jalan utama Trans Jawa, jalan tol Jakarta-Cikampek menjadi sangat krusial dilalui kendaraan kecil hingga besar, terutama pada 50 kilometer pertama, di mana jalan tol ini menjadi akses keluar masuk mereka yang menuju dan keluar dari Bekasi, Cikarang, dan Karawang, serta kota-kota mandiri baru lainnya.

Proyek Jalan Tol Layang Jakarta-Cikampek 2 (Japek 2) sesuai dengan pembagian pengerjaannya

Kemacetan lalu lintas di jalan tol ini menjadi hal yang sangat mengkuatirkan, apalagi jika akhir pekan tiba. Untuk itulah dicanangkan ide pembangunan jalan tol laying di atas jalan tol eksisting. Diinisiasi sejak 2016, jalan tol layang ini mulai masuk masa tender tahun 2017 dan dibangun dengan nama Jakarta-Cikampek 2 Elevated Toll Road. Pemerintah Indonesia menetapkan nama baru pada 12 April 2021 lalu menjadi Jalan Layang Tol Sheikh Mohamed Bin Zayed (MBZ) sebagai penghormatan bagi Uni Emirat Arab (UEA) yang telah menjalin hubungan diplomatic di bidang sosial, budaya, dan ekonomi selama 45 tahun dengan Indonesia.

Dua proyek lain dibangun bersamaan dengan pembangunan Japek 2 Elevated ini

LATAR BELAKANG
Upaya untuk mengatasi kemacetan di jalan tol Jakarta-Cikampek eksisting lahir dari inisiasi PT Jasa Marga (Persero) Tbk. sebagai pemilik jalan tol. Pembangunannya yang merupakan jalan tol layang dibangun di atas eksisting yang sudah ada di sekitar area median dan menunjuk Waskita Karya dan Acset melalui kerja sama joint operation sebagai kontraktor proyek ini.

Fiber Concrete + Detail metode konstruksi Sosrobahu + Perbandingan sistem konvensional dengan isolasi menggunakan Lead Rubber Bearing (LRB)

Jalan Tol Jakarta-Cikampek adalah infrastruktur penting secara nasional karena telah menjadi ruas jalan tol yang tersibuk di jaringan jalan raya Trans Jawa. Sekitar 214 juta kendaraan dari dan ke Jakarta melalui jalan ini sepanjang tahun, di mana rata-rata dilalui oleh 590.000 kendaraan per hari.

Tol layang Jakarta-Cikampek 2 tersebut memiliki panjang sekitar 38 kilometer dimulai dari Cikunir Interchange (Sta. 9 + 500) sampai Karawang Barat (Sta. 48 + 500). Ruang lingkup proyek ini dikerjakan oleh Waskita Karya dan Acset dengan perbandungan 51: 49 dari nilai kontrak keseluruhan, di mana hal ini menempatkan Waskita Karya sebagai kontraktor utama. Panjangnya sekitar 18,950 km jalan tol dari Cikunir sampai Cikarang dibangun oleh Waskita Karya, dan sisanya dikerjakan oleh Acset.


FATKHUR ROZAQ
WAKIL PRESIDEN DIVISI INFRASTRUKTUR II PT WASKITA KARYA

Setelah lulus dari jurusan Teknik Sipil Institut Teknologi Sepuluh November, Surabaya, pada tahun 2002, Fatkhur terlibat dalam pelatihan sebagai Project Management tahun 2004, OHSAS 18001 tahun 2006, Penyelidikan Kecelakaan Kerja dan Metode Konstruksi tahun 2008. Pada tahun 2015, ia mulai terlibat dalam proyek Jalan Tol Cimanggis-Cibitung Ruas 2 selaku Project Manager, diikuti dengan menangani proyek Jalan Tol Batang-Semarang Ruas 4 dan 5, serta Jalan Tol Layang Jakarta-Cikampek II. Mulai tahun 2020, sebelum dipercaya menduduki jabatan Vice President (VP) untuk Divisi Infrastruktur II, Fatkhur juga sempat menduduki jabatan Engineering & Standardization Manager Divisi Infrastruktur II PT Waskita Karya.



To read the complete article, register your details above
to be notified once the revamped Construction Plus App is ready!