COMMENTARY

Menjawab Tantangan Pengadaan Material Lokal Dalam Industri Konstruksi Indonesia

Sebagai asosiasi konstruksi tertua di Indonesia, Gabungan Pelaksana Konstruksi Nasional Seluruh Indonesia (GAPENSI) memiliki peran yang penting dalam menjalankan fungsinya sebagai penggerak jasa konstruksi di tanah air. Terdapat dua fungsi utama di mana asosiasi ini menjadi jembatan sekaligus mitra pemerintah dan swasta dalam menggerakkan roda konstruksi, termasuk kaitannya dengan pengadaan rantai pasok (supply chain) material konstruksi hingga memperkuat kinerja sumber daya manusia (SDM) dan pekerja konstruksi di Indonesia.

RANTAI PASOK DAN SUMBER DAYA MANUSIA
Rantai pasok dikenal sebagai supplier, baik itu terkait dengan material maupun peralatan konstruksi. Di samping itu, juga terdapat SDM yang terkait dengan rantai pasok yang disediakan oleh asosiasi profesi. Peran asosiasi adalah mengelola ketiga hal tersebut.

Industri besi memiliki kapasitas terpasang yang besar, namun volume terpakai yang kecil

Sebelum masuk lebih jauh terkait dengan rantai pasok, maka pengelolaan harus diutamakan bagi SDM terlebih dahulu melalui asosiasi profesi untuk meningkatkan kapasitas personal, profesional, tenaga ahlinya, tenaga terampilnya hingga operatornya. GAPENSI memiliki asosiasi profesi sendiri atau setidaknya berhubungan dengan asosiasi-asosiasi profesi lain yang mungkin bidangnya tidak dikerjakan oleh asosiasi profesi di bawah naungan asosiasi ini.

Hubungan langsung dengan asosiasi produk dan material konstruksi utama, seperti asosiasi semen, asosiasi baja, asosiasi baja ringan, asosiasi cat, dan lain sebagainya juga dirasa penting. Kerja sama yang saling menguntungkan sudah dilakukan karena hal ini memudahkan agar ketersediaan material konstruksi menjadi dapat diandalkan.

Industri semen menghadapi tantangan besar dalam perannya pada industri konstruksi di Indonesia

Hubungan asosiasi dengan peralatan konstruksi masih menjadi pekerjaan rumah terbesar karena sebagian besar bahkan hampir seluruh heavy machinery yang dipakai di Indonesia masih menggunakan peralatan konstruksi impor, seperti crane, excavator, dan sebagainya.


DANDUNG SRI HARNINTO, ST., MT.
WAKIL SEKRETARIS JENDERAL – PENGURUS PUSAT GABUNGAN PELAKSANA KONSTRUKSI NASIONAL INDONESIA (GAPENSI)

Lulusan Magister Teknik Sipil Universitas Indonesia ini adalah Pendiri sekaligus Direktur Utama dari PT Geoforce Indonesia. Dandung juga terlibat aktif dalam beberapa aosiasi dan organisasi, selain menjabat sebagai Wakil Sekretaris Jenderal Pengurus Pusat Gabungan Pelaksana Konstruksi Nasional Indonesia (GAPENSI). Ia juga menjadi Wakil Sekretaris Jenderal Pengurus Pusat Persatuan Insinyur Indonesia (PII) sejak 2018, Wakil Sekretaris Jenderal Pengurus Pusat Himpunan Ahli Teknik Tanah Indonesia (HATTI), serta Wakil Ketua Komite Tetap Pengembangan Sumber Daya Manusia Infrastruktur Pengurus Pusat Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Bidang Konstruksi dan Infrastruktur. Selain itu, Dandung juga menjadi anggota aktif dari International Geosynthetics Society (IGS) dan International Society for Soils Mechanics and Geotechnical Engineering (ISSMGE) sejak tahun 2006. Kini, ia tengah menjalani Pendidikan S-3 di Jurusan Teknik Sipil & Lingkungan, Geoteknik, di Universitas Indonesia.



To read the complete article, register your details above
to be notified once the revamped Construction Plus App is ready!