COMMENTARY ONLINE EXCLUSIVE

Gipsum, Material Ringan Ramah Lingkungan yang Mudah Digunakan

Gipsum memiliki struktur yang kokoh dengan tekstur yang halus | Foto: Shutterstock

Oleh Angel Sarwono

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, gipsum (gypsum) adalah jenis batu kapur yang biasa digunakan untuk membungkus tulang yang patah sdan lainnya, serta mengandung kalsium sulfat. Gipsum biasanya dibuat dari endapan alam, dan sintetis (phospogypsum) sebagai bahan dasar dari pembuatannya. Penggunaan gipsum yang terbuat dari bahan hasil endapan ala mini memiliki keuntungan tersendiri karena bahannya yang tidak mengandung radioaktif.

Dengan perkembangan teknologi modern saat ini, gipsum diolah menjadi bahan interior bangunan, yang dikenal dengan papan gipsum. Penggunaan gipsum pada bangunan biasanya digunakan sebagai pelapis, baik untuk dinding batu bata pada bangunan ataupun dinding interior bangunan.

Baca juga: Benarkah Cat Adalah Material Pelapis Dinding Paling Favorit? Teliti Dulu Jenis dan Kegunaannya!

Merupakan material yang mudah dipasang dan diperbaiki | Foto: Shutterstock

JENIS-JENIS GIPSUM

Gipsum Reguler
Gipsum ini biasanya dibungkus di dalam kertas, dan digunakan pada langit-langit ruangan sebagai penutup. Gipsum ini dapat dicat sehingga penggunaannya dapat mengekspresikan akan warna yang digemari. Pemasangan gipsum ini pada bangunan terbilang cukup sederhana. Pemasangannya dapat menggunakan paku, lem atau sekrup.

Gipsum Peredam Suara
Seperti namanya, gipsum ini dibuat dengan tujuan untuk meredam suara dari luar ruangan agar tidak terdengar oleh orang yang berada di dalam ruangan tersebut. Gipsum ini juga sangat cocok digunakan untuk meredam gaung dan gema. Namun, sebaiknya jenis gipsum ini tidak digunakan pada daerah-daerah yang memiliki suhu ekstrim karena dapat dengan mudah merusak gipsum yang terpasang atau yang digunakan.

Gipsum Tahan Api
Dengan menggunakan metode tertentu, gipsum tahan api diproduksi dengan adanya serat kaca yang dibenamkan saat proses pembuatannya. Tujuannya adalah untuk memperkuat ketahanan gipsum ini terhadap api, sekaligus mampu menahan panas dari suhu luar ruangan. Penggunaan yang tepat untuk gipsum ini adalah pada daerah sekitar tungku perapian, tungku memasak, dinding dapur, dan tembok luar ruangan.

Gipsum Tahan Air
Gipsum tahan air adalah jenis gipsum yang biasanya digunakan untuk ubin. Zat pelapis yang memberikan kemampuan tahan terhadap air pada gipsum ini adalah zat berupa silikon atau lilin. Selain itu, gipsum ini terbilang cocok untuk digunakan pada dinding, namun tidak disarankan untuk digunakan pada plafon. Gipsum ini biasanya digunakan pada daerah-daerah lembab, seperti kamar mandi dan juga dapur karena kemampuannya yang tetap aman walau dipasang pada daerah yang lembab.

Gipsum Foil Aluminium
Gipsum ini memiliki kemampuan ketahanan terhadap panas sehingga sangat cocok untuk digunakan pada daerah atau ruangan dengan temperatur panas yang tergolong tinggi.

Gipsum Perforated
Jenis gypsum ini memiliki motif pada permukaan papan gipsum sehingga menambah nilai dari sisi dekoratifnya. Biasanya jenis gipsum ini sering digunakan pada langit-langit atau plafon ruangan bangunan.

Gipsum Laminasi PVC
Jenis gipsum ini memiliki lapisan PVC dengan berbagai motif dengan tujuan untuk memperindah tampilan, serta memberikan kesan yang mewah pada ruangan. Selain itu, pembersihan papan gipsum laminasi PVC juga terbilang mudah.

Baca juga: HPL, Material Finishing Berbiaya Rendah yang Populer dan Punya Banyak Varian

Pemasangan gipsum pada plafon bangunan | Foto: Shutterstock

KELEBIHAN & KEKURANGAN GIPSUM
Sama seperti pada material konstruksi lainnya, gipsum juga memiliki kelebihan dan kekurangan yang harus diperhatikan oleh penggunaanya agar sesuai dengan kebutuhan.

Kelebihan:

  • Mudah dipasang
  • Mudah untuk diperbaiki
  • Lebih ringan
  • Ramah lingkungan
  • Lebih hemat
  • Material bangunan yang mudah ditemukan
  • Memiliki motif yang beragam

Kekurangan:

  • Membutuhkan perawatan secara berkala
  • Rentan terhadap suatu benturan
  • Mudah bernoda ataupun berjamur
  • Membutuhkan perawatan secara rutin
  • Tidak tahan terhadap beban yang berat

— Construction+ Online


Disclaimer: Construction+ makes reasonable efforts to present accurate and reliable information on this website, but the information is not intended to provide specific advice about individual legal, business, or other matters, and it is not a substitute for readers’ independent research and evaluation of any issue. If specific legal or other expert advice is required or desired, the services of an appropriate, competent professional should be sought. Construction+ makes no representations of any kind and disclaims all expressed, implied, statutory or other warranties of any kind, including, without limitation, any warranties of accuracy and timeliness of the measures and regulations; and the completeness of the projects mentioned in the articles. All measures, regulations and projects are accurate as of the date of publication; for further information, please refer to the sources cited.

Hyperlinks are not endorsements: Construction+ is in the business of promoting the interests of its readers as a whole and does not promote or endorse references to specific products, services or third-party content providers; nor are such links or references any indication that Construction+ has received specific authorisation to provide these links or references. Rather, the links on this website to other sites are provided solely to acknowledge them as content sources and as a convenient resource to readers of Construction+.