COMMENTARY ONLINE EXCLUSIVE

Aluminium, Material Mekanikal dan Elektrikal yang Dapat Didaur Ulang

Aluminium banyak digunakan karena tahan korosi dan ringan | Foto: Shutterstock

Oleh Angel Sarwono

Pada tahun 1760, seorang ahli kimia Prancis bernama Louis de Morveau menemukan sebuah zat tawas Maggraf yang diberi nama dengan aluminium oksida. Dengan berjalannya waktu, senyawa ini kini lebih dikenal dengan sebutan aluminium. Seperti bahan lainnya, aluminium juga mengandung beberapa elemen yang terdiri dari oksigen, silikon, besi, kalsium, natrium, kalium, dan magnesium.

Aluminium banyak digunakan dalam berbagai produk karena selain merupakan penghantar listrik yang baik, material ini juga penghantar panas yang baik. Material ini memiliki sifat yang tahan terhadap korosi, berbahan ringan, tetapi juga kuat. Oleh sebab itu, aluminium banyak digunakan sebagai bahan untuk kabel tegangan tinggi, badan pesawat, dan juga untuk berbagai peralatan rumah tangga, seperti pot, botol minum, dan masih banyak lainnya.

Baca juga: Gipsum, Material Ringan Ramah Lingkungan yang Mudah Digunakan

KEGUNAAN ALUMINIUM DALAM KEHIDUPAN SEHARI-HARI
Sesuai dengan sifat aluminium yang menawarkan banyak keuntungan, tidak mengherankan jika banyak industri di Indonesia menggunakan elemen ini. Bahkan, sebagian besar industri di Indonesia banyak menggunakan aluminium sebagai bahan baku.

Berikut kegunaan aluminium dalam kehidupan sehari-hari:

    1. Sebagai bahan baku untuk membuat aluminium foil; Merupkan material yang dapat dimanfaatkan sebagai pembungkus untuk melindungi makanan agar tidak terkontamidasi dari bakteri ataupun kotoran lainnya.
    2. Sebagai bahan campuran cat; Unsur aluminium biasanya digunaan juga sebagai campuran cat. Hal ini dilakukan dengan mengekstraksi dalam komponen yang lebih kecil agar dapat digunakan sebagai bahan campuran cat. Unsur ini bila diekstraksi dalam komponen yang lebih kecil, maka dapat dimanfaatkan menjadi campuran dalam cat dan membuatnya menjadi lebih tahan lama.
    3. Bahan konstruksi bangunan; Merupakan salah satu material yang memiliki harga yang terbilang murah dengan pemasangan yang cukup mudah. Hal ini menjadikan material aluminum dikategorikan sebagai bahan yang ramah lingkungan.
    4. Memproduksi komponen otomotif; Memiliki sifat yang mudah untuk dibentuk dan juga ringan sehingga banyak dari produsen otomotif yang menjadikan aluminium sebagai bahan baku untuk memproduksi komponen otomotif agar proses pembuatannya menjadi lebih mudah.
    5. Sebagai pelindung kabel telepon; Memiliki ketahanan yang terbilang baik terhadap berbagai macam perubahan suhu dan cuaca. Menjadikan aluminium sangat cocok sebagai bahan pelindung dari kabel telepon, baik yang dipasang di tanah maupun di udara. Material ini juga dapat bertahan terhadap tegangan listrik sehingga aman untuk melindungi jaringan telepon jika tersambar petir.
    6. Memproduksi komponen listrik; Aluminium merupakan salah satu material yang sering ditemukan di berbagai peralatan elektronik maupun listrik.

Sebagian besar industri di Indonesia banyak menggunakan aluminium sebagai bahan baku, termasuk konstruksi | Foto: Shutterstock

KELEBIHAN DAN KEKURANGAN ALUMINIUM
Sama halnya dengan jenis material lainnya, aluminium juga memiliki kelebihan dan kekurangan yang dapat dijadikan pertimbangan ketika ingin menggunakannya.

Kelebihan Aluminium:

  1. Memiliki sifat yang terbilang kuat apalagi jika berada pada suhu rendah
  2. Elastis dan ringan sehingga mudah untuk dibentuk, bahkan ditarik-tarik
  3. Konduktif dan reflektif sehingga dapat menjadi penghantar listrik yang baik
  4. Tahan akan korosi dan percikan. Hal ini dikarenakan aluminium dapat menghasilkan lapisan oksida sendiri sebagai pelindungnya
  5. Tidak berbau dan kedap sehingga sering digunakan sebagai pembungkus makanan
  6. Dapat didaur ulang dan tidak akan mengurangi kualitasnya

Kekurangan Aluminium:

  1. Lemah tehadap benturan sehingga jika mengalami benturan permukaannya tidak akan terlihat rata (penyok)
  2. Mudah untuk tergores
  3. Memiliki desain yang terbatas

Material ini bisa juga didaur ulang | Foto: Shutterstock

Baca juga: Keramik, Material Konstruksi Pelapis Lantai yang Relatif Murah, Bervariasi, dan Indah

Jika ingin menggunakan material yang terbuat dari aluminium, maka ada baiknya untuk memahami cara perawatannya. Berikut saran dari Construction+ agar material aluminium yang digunakan dapat bertahan lama sesuai dengan jenisnya;

  1. Perawatan aluminium pabrikan; Aluminium keluaran pabrik biasanya membutuhkan pembersihan rutin untuk mempertahankan penampilan aluminium yang baik. Hindari dari minyak atau bersihkan dengan pelarut organik (larutan pembersih khusus mineral). Usap menggunakan larutan deterjen yang ringan kemudian bilas dengan air dingin yang bersih.
  2. Perawatan aluminium anosida; Aluminium anosida memiliki permukaan yang lebih halus. Hindari endapan atau lemak yang menempel dengan pelarut organic. Lalu, usap menggunakan larutan deterjen yang ringan dan bilas menggunakan air dingin yang bersih. Setelah aluminium kering, oleskan dengan menggunakan krim atau lilin furnitur
  3. Perawatan aluminium polyester coated; Aluminium ini merupakan aluminium dengan permukaan yang dilapisi dengan bubuk poliester sehingga relatif lebih awet dan tidak memerlukan perawatan yang ekstra. Perawatannya dapat dilakukan dengan membersihkan secara lembut menggunakan kain yang lembut.
  4. Perawatan aluminium poles; Merupakan aluminium yang hanya membutuhkan perawatan yang ringan sehingga untuk perawatannya hindari dari bahan pembersih abrasif, dan digosok secara perlahan.
yasbetir1.xyz winbet-bet.com 1kickbet1.com 1xbet-ir1.xyz hattrickbet1.com 4shart.com manotobet.net hazaratir.com takbetir2.xyz 1betcart.com betforwardperir.xyz alvinbet.help/ ritzobet.org betforward.com.co betforward.help betfa.cam 2betboro.com 1xbete.org 1xbett.bet romabet.cam megapari.cam mahbet.cam وان ایکس بت بت فوروارد