NEWS & EVENTS ONLINE EXCLUSIVE

Konstruksi 3 Jembatan Gantung di Jawa Tengah Permudah Akses Masyarakat Antar Desa

Jembatan Gantung Bongpis Jepara | Foto: PUPR

Konstruksi tiga buah jembatan gantung di Provinsi Jawa Tengah untuk memperlancar aksesibilitas warga di pedesaan tengah dirampungkan oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR). Ketiga jembatan gantung tersebut tergabung dalam paket pekerjaan pembangunan Jembatan Gantung Pager Gunung CS.

Seperti diketahui sebelumnya, Menteri PUPR Basuki Hadimuljono pernah mengatakan bahwa mengatakan hadirnya jembatan gantung akan mempermudah dan memperpendek akses warga masyarakat perdesaan. “Terutama dalam beraktivitas menuju sekolah, pasar, tempat kerja, mengurus administrasi ke kantor kelurahan atau kecamatan dan akses silaturahmi antar warga,” ujar Menteri Basuki.

Terdapat tiga buah jembatan gantung yang akan dibangun, yakni Jembatan Gantung Pager Gunung di Kabupaten Temanggung sepanjang 60 meter, Jembatan Gantung Karangwotan di Kabupaten Pati sepanjang 60 meter, dan Jembatan Gantung Bongpis di Kabupaten Jepara sepanjang 96 meter. “Paket pekerjaan pembangunan Jembatan Gantung Kali Pager Gunung CS dimulai pada Juni 2021 dan ditargetkan selesai pada November 2021,” jelas Satrio Sugeng Prayitno selaku Kepala Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Jawa Tengah.

Masih menurutnya, pada ketiga lokasi tersebut sudah memiliki jembatan gantung, namun terbuat dari kayu yang kondisinya sudah tidak layak dan berbahaya. Demi keamanan warga yang melintas, maka BBPJN Jawa Tengah – D.I. Yogyakarta membangun jembatan gantung baru di sebelah jembatan lama untuk dapat dilalui oleh pejalan kaki maupun kendaraan bermotor roda dua.

Sebagai bentuk dukungan terhadap program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) dampak pandemi Covid-19, Satrio mengungkapkan paket pekerjaan pembangunan Jembatan Gantung Kali Pager Gunung CS akan melibatkan masyarakat sekitar lewat skema program padat karya. Menurutnya, pembangunan jembatan gantung pejalan kaki relatif tidak memerlukan metode teknis yang rumit karena kerangka jembatan merupakan fabrikasi. Namun karena lokasinya yang terpencil, maka terdapat tantangan tersendiri dalam memobilisasi alat berat.

Ketiga buah jembatan gantung ini memiliki jenis pondasi yang berbeda karena menyesuaikan dengan kondisi di lapangan. Untuk Jembatan Gantung Pager Gunung menggunakan pondasi pasangan batu, sementara Karangwotan menggunakan beton siklop, dan Bongpis menggunakan tiang pancang spun pile. — Construction+ Online