NEWS & EVENTS ONLINE EXCLUSIVE

Kendati Didera Pandemi, Program Sejuta Rumah TA 2020 Sanggup Bangun 965.217 Unit

Foto: PUPR

Upaya untuk mengatasi kekurangan perumahan (backlog), terutama bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) melalui Program Sejuta Rumah, terus dilakukan. Dicanangkan Presiden Joko Widodo sejak 2015, program berhasil membangun 965.217 unit rumah di seluruh Indonesia pada Tahun Anggaran 2020.

Pembangunan yang diprakarsai oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) tersebut layak diapresiasi karena hampir sepanjang tahun lalu Indonesia didera oleh situasi pandemi COVID-19. Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan bahwa Program Sejuta Rumah terus dilaksanakan agar setiap warga negara Indonesia dapat memiliki dan tinggal di rumah yang layak huni. “Program Sejuta Rumah akan tetap dilanjutkan karena rumah merupakan salah satu kebutuhan pokok masyarakat yang harus dipenuhi,” ujar Menteri Basuki beberapa waktu lalu.

Khalawi Abdul Hamid selaku Direktur Jenderal Perumahan menambahkan bahwa program ini akan terus digenjot. “Dari data yang kami miliki per tanggal 31 Desember 2020 lalu, angka capaian Program Sejuta Rumah telah menembus angka 965.217 unit rumah,” jelas Khalawi.

Capaian Program Sejuta Rumah tersebut terbagi menjadi pembangunan rumah untuk MBR sebanyak 772.324 unit dan rumah untuk non-MBR sebanyak 192.893 unit. Pembangunan rumah MBR yang dilaksanakan Kementerian PUPR terdiri dari rumah susun 787 unit, rumah khusus 1.575 unit, rumah swadaya 228.564 unit, dan Dana Alokasi Khusus (DAK) 59.057 unit.

Di samping itu, pembangunan rumah MBR juga dilaksanakan oleh Kementerian/Lembaga lain sebanyak 51.136 unit, Pemerintah Daerah sebesar 33.925 unit, pengembang sebanyak 388.639 unit, Program Corporate Social Responsibility (CSR) sejumlah 3.681 unit, dan masyarakat sebanyak 4.960 unit. Sementara itu, untuk non-MBR dibangun oleh pengembang sebanyak 178.885 unit dan masyarakat sejumlah 14.038 unit.

Dengan terus berjalannya program ini, maka diharapkan akan menggerakkan perekonomian masyarakat di tengah pandemi. Selama pandemi COVID-19 ini, Kementerian PUPR telah menyiapkan pedoman bagi para pekerja untuk melaksanakan pekerjaan pembangunan di lapangan sesuai dengan protokol kesehatan sesuai dengan Inmen PUPR No 02/IN/M/2020 tentang Protokol Pencegahan Penyebaran Corona Virus Disease 2019 (COVID-19) dalam Penyelenggaraan Jasa Konstruksi. – Construction+ Online