NEWS & EVENTS ONLINE EXCLUSIVE

Kabar Baik, Pemprov DKI Jakarta Percepat Izin Pembangunan Gedung dan Rumah

Foto: Shutterstock

Perizinan bagi pembangunan gedung di Jakarta mendapatkan kemudahan dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta. Kabar baik ini muncul seiring dengan dikeluarkannya Peraturan Gubernur (Pergub) Nomor 118 Tahun 2020 tentang Izin Pemanfaatan Ruang untuk mempercepat perizinan gedung, sekaligus mendorong geliat sektor properti.

Hal itu disampaikan oleh Sri Haryati selaku Asisten Perekonomian dan Keuangan Setda Provinsi DKI Jakarta lewat keterangannya pada hari Senin, 8 Februari 2021. Ia mengungkapkan bahwa pemulihan sektor properti berperan penting untuk mendorong pemulihan ekonomi di Indonesia. Menurutnya, properti memiliki multiplier effects terhadap bangkitnya sektor usaha lain yang terdampak akibat pandemi COVID-19.

“Kami menyederhanakan dan mempercepat proses perizinan semula 360 hari menjadi 57 hari kerja untuk bangunan umum,” jelas Sri. Sektor properti memiliki kemampuan penyerapan tenaga kerja dalam skala besar, dapat meningkatkan pendapatan daerah, mendatangkan investasi, dan memiliki karakteristik bisnis jangka panjang. Oleh karenanya, upaya kolaborasi dengan pakar dan praktisi untuk mendapatkan masukan dirasa sangat penting sehingga nantinya akan menghasilkan peraturan perizinan yang lebih sederhana dan efektif, tetapi tetap dengan prinsip kehati-hatian.

Bukan hanya perizinan gedung, perizinan bangunan rumah tinggal pun dipangkas menjadi hanya 14 hari kerja saja. Selain lebih cepat, peraturan ini akan menjadi basis alur perizinan yang lebih ringkas, tertata, dan berbasis teknologi informasi.

Sebagai informasi tambahan, industri konstruksi dan real estate menyumbang 17,61% perekonomian Jakarta pada tahun 2019. Lalu pada tahun 2018, sektor properti juga mendorong penyerapan tenaga kerja di Jakarta sebanyak 425.000 orang. Industri konstruksi dan real estate tahun 2019 juga menyumbang untuk Penanaman Modal Dalam Negeri DKI Jakarta sebesar 23,9% atau setara dengan Rp 14,8 triliun. Sementara itu, nilai Penanaman Modal Asing dari kedua industri itu sekitar 28,3% atau setara dengan Rp 17,5 triliun. – Construction+ Online