NEWS & EVENTS ONLINE EXCLUSIVE

Jembatan Gantung Kaca Pertama di Indonesia akan Dibangun dalam KSPN Bromo-Tengger-Semeru

Gambar: PUPR

Konsultasi publik untuk mematangkan pembangunan infrastruktur dalam rangka mendukung pengembangan Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) Bromo-Tengger-Semeru di Provinsi Jawa Timur dilakukan oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Kamis, 18 November 2021. Seperti kita ketahui bahwa kawasan wisata Bromo-Tengger-Semeru telah ditetapkan sebagai salah satu KSPN Prioritas atau 10 “Bali Baru” yang dikembangkan pemerintah berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 56 Tahun 2018.

Kegiatan ini merupakan salah satu upaya yang dilakukan Kementerian PUPR untuk mendengarkan dan melibatkan partisipasi masyarakat. Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kementerian PUPR Mohammad Zainal Fatah dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan konsultasi publik bertujuan untuk memusyawarahkan antarpihak yang berkepentingan dengan melibatkan tokoh masyarakat setempat, guna mencapai kesepahaman dan kesepakatan dalam perencanaan pembangunan infrastruktur di KSPN Bromo-Tengger-Semeru.

“Pembangunan nasional secara tegas sudah mengamanahkan bahwa pembangunan infrastruktur harus berkelanjutan dan sustainable, serta memperhatikan aspek lingkungan hidup. Diharapkan kegiatan ini nantinya menemukan titik yang optimal untuk kesejahteraan masyarakat Indonesia, khususnya di sekitar KSPN Bromo-Tengger-Semeru,” tutur Sekjen Zainal.

Dukungan infrastruktur Kementerian PUPR dalam pengembangan KSPN Bromo-Tengger-Semeru, salah satunya dikerjakan di kawasan Seruni Point, Gunung Bromo berupa peningkatan kapasitas jalan nasional dan pembangunan jembatan kaca oleh Direktorat Jenderal (Ditjen) Bina Marga, pembangunan terminal wisata oleh Ditjen Cipta Karya, dan penyediaan air baku oleh Ditjen Sumber Daya Air (SDA).

Untuk mendukung konektivitas menuju KSPN Bromo-Tengger-Semeru, Kementerian PUPR melalui Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Jawa Timur – Bali melakukan peningkatan kapasitas jalan melalui pelebaran jalan, perbaikan jalan yang rusak, serta pemasangan marka dan rambu jalan untuk menambah kenyamanan dan keamanan wisatawan. Terdapat dua akses dari jalan tol menuju Gunung Bromo via Kabupten Probolinggo, akses dari Gerbang Tol Tongas dan akses Gerbang Tol Probolinggo Barat.

Gambar: PUPR

Sementara itu, pembangunan jembatan gantung kaca tipe suspended-cable pertama di Indonesia berada di kawasan Seruni Point. Jembatan kaca ini membentang sepanjang 120 meter dan lebar 1,8 meter berada di atas jurang dengan kedalaman sekitar 80 meter. Struktur jembatan gantung berupa kaca pengaman berlapis dengan ketebalan 25,55 mm ini dilengkapi double protection steel berupa baja galvanis agar tidak karat.

Desain dan struktur jembatan kaca tersebut telah diuji laboratorium di Balai Geoteknik, Terowongan, dan Struktur Kementerian PUPR sebelum dilakukan pembangunan. Jembatan ini dapat menjadi destinasi wisata andrenalin yang menghubungkan Terminal Wisata Seruni Point dan Shuttle Area dengan pemandangan Gunung Batok dan Gunung Semeru. Pembangunannya bekerja sama dengan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) karena melintasi kawasan Taman Nasional Bromo-Tengger-Semeru dan Pemerintah Kabupaten Probolinggo sebagai penyedia lahan untuk salah satu kaki jembatan.

Sedangkan, pembangunan Terminal Wisata Seruni Point dan Shuttle Area akan dikerjakan oleh Balai Prasarana Permukiman Wilayah Jawa Timur, Ditjen Cipta Karya melalui rencana penataan kawasan Seruni Point. Penataan Seruni Point meliputi pembangunan ampiteater untuk mendukung kegiatan seni dan budaya lokal, rest area dan souvenir shop, area parkir, food court, toilet, mushola, jalur pengunjung, dan bangunan tiket. Penataan ruang publik Seruni Point memperhatikan karakteristik dan kearifan lokal budaya Suku Tengger dengan konsep Tiga Bentar.

Ditjen SDA Kementerian PUPR juga mempersiapkan pembangunan infrastruktur untuk mendukung ketersediaan air di kawasan Seruni Point dan Cemoro Lawang melalui jaringan perpiaan dari 4 mata air di Desa Ngadisari, Probolinggo, yakni mata air Penanjakan berkapasitas 2,97 liter/detik, Tanjang berkapasitas 0,61 liter/detik, Kedaluh Tengah 0,55 liter/detik, dan Semane berkapasitas 1,15 liter/detik. Saat ini pengadaan air baku masih dalam tahap perencanaan dan diharapkan pada tahun 2022 mulai dikerjakan pembangunan fisik dengan kebutuhan anggaran sekitar Rp 32,8 miliar. — Construction+ Online