PROJECTS

Goodang Popsiklus

Memakai metode adaptive reuse,

Bangunan tua, gedung lama atau rumah yang sudah tidak lagi digunakan seringkali dibiarkan terbengkalai kosong. Biasanya, nasib bangunan-bangunan seperti ini hanya memiliki dua opsi, yaitu direnovasi dan dimanfaatkan kembali atau dirobohkan dan diratakan dengan tanah. Salah satu industri kreatif di Bandung bernama Popsiklus memilih opsi pertama dalam mewadahi kebutuhannya untuk membangun sebuah tempat workshop bagi produk mereka.

TRANSFORMASI BANGUNAN LAMA
Didesain oleh RDMA Designs, pemilik menginginkan area workshop yang masih dalam jangkauan kawasan rumah pribadinya di salah satu daerah di Bandung. Setelah melakukan survei dan pertimbangan, akhirnya pilihan jatuh pada sebuah gudang dan area greenhouse yang sudah tidak terpakai di kawasan tersebut. Popsiklus melihat adanya potensi untuk mengaktifkan kembali dan mentransformasikan bangunan tersebut menjadi area workshop mereka yang kemudian dinamakan Goodang Popsiklus.

Keputusan memilih bangunan gudang dan area greenhouse merupakan sebuah pilihan yang sesuai dan sejalan dengan konsep yang diusung oleh Popsiklus itu sendiri, yaitu upcycle barang-barang yang terbuang menjadi sesuatu yang memiliki nilai guna. Selain itu, pemanfaatan potensi bangunan yang terabaikan menjadi ruang yang lebih bermakna dan relevan dengan kebutuhan pengguna merupakan suatu langkah yang positif dari sisi arsitektural, atau yang sering dikenal sebagai metode adaptive reuse.


To read the complete article, register your details above
to be notified once the revamped Construction Plus App is ready!

DATA PROYEK
Nama Proyek: Goodang Popsiklus
Lokasi: Bandung, Jawa Barat
Luas Lantai: 283 meter persegi
Jumlah Lantai: 1
Tinggi Bangunan: 4 meter
Pemilik/Klien: Popsiklus
Konsultan Arsitektur: RDMA Designs
Principal Architect: Michael Marino & Noerhadi
Desainer: Michael Marino, Noerhadi & Dyah Arieni
Konsultan Interior Desain: RDMA Designs
Principal Designer: Michael Marino & Noerhadi
Kontraktor Utama: Kristian Budhianto
Foto: KIE Arch