NEWS & EVENTS ONLINE EXCLUSIVE

Bukan Hanya Sebagai Pengendali Banjir Jakarta, Bendungan Sukamahi Bogor Akan Jadi Taman Ekowisata

Foto: PUPR

Bendungan Sukamahi di Kabupaten Bogor menjadi salah satu contoh upaya Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) dalam pengembangan konsep Ecotourism Park atau Taman Ekowisata dengan memanfaatkan kawasan konservasi. Tidak hanya sebagai bagian dari rencana induk (master plan) pengendalian banjir Jakarta, tetapi bendungan ini juga akan menunjang pengembangan ekowisata kawasan Puncak Bogor dengan memanfaatkan potensi sumber daya alam dan mengedepankan perlindungan ekosistem.

Menurut Menteri PUPR Basuki Hadimuljono tujuan utama konsep ini adalah mempromosikan kesejahteraan ekonomi masyarakat yang tinggal di sekitar kawasan dengan mengembangkan potensi yang ada dengan cara yang berkelanjutan. Konsep Taman Ekowisata Bendungan Sukamahi akan memanfaatkan kawasan terpadu pada bendungan itu sendiri, seperti konservasi alam pada area sabuk hijau atau greenbelt yang dikembangkan menjadi forest conservation park atau hutan konservasi yang mempunyai fungsi utama untuk menjaga kelestarian dan keberlangsungan tumbuhan khas setempat, seperti pohon Suren dan Damar.

Diagram Eco Tourism Park | PUPR

Pengembangan ekowisata ini juga akan memanfaatkan badan air bendungan menjadi natural river valley basin. Bendungan Sukamahi berfungsi sebagai pengendali banjir dengan menerapkan konsep bendungan kering (dry dam) sehingga pada saat awal musim hujan, elevasi muka air waduk diatur berada pada elevasi yang rendah atau kosong dan saat terjadi hujan debit air dapat diteruskan langsung ke hilir.

Untuk kawasan konservasi pada aliran Sungai Ciliwung dari bagian hulu Bendungan Sukamahi hingga hilir dikembangkan menjadi natural creek. Area genangan atau pasang surut bagian hulu Sungai Ciliwung dengan pemandangan ekosistem alami sungai dapat sebagai wisata river valley. Selanjutnya, aliran sungai anak Ciliwung berupa hutan lansekap pada bantaran sungai dapat manfaatkan untuk kegiatan wisata susur sungai.

Direncanakan sejak tahun 1990-an dan mulai dibangun tahun 2017, bendungan ini sudah memasuki progres konstruksi mencapai 71,21% hingga 9 April 2021. Bendungan Sukamahi merupakan bendungan kering pertama yang dibangun di Indonesia. Bernilai kontrak senilai Rp 447,39 miliar, bendungan ini dikerjakan oleh kotraktor PT Wijaya Karya-Basuki KSO. Bendungan Sukamahi memiliki volume tampung sebesar 1,68 juta m3 dan luas area genangan 5,23 hektar.

Taman Ekowisata Bendungan Sukamahi juga dapat dikembangkan sebagai pusat budidaya tanaman hydroponic dan aquaponic, sekaligus menjadi tempat wisata edukasi dengan suasana alam yang indah. Pada kawasan ini juga akan dilengkapi fasilitas garden in the forest, trail atau track, rest area, dek wisata, toilet, signage, dan pusat informasi sehingga dapat dimanfaatkan untuk kegiatan pariwisata, seperti outdoor recreation, bushwalking, jogging, cycling, horse riding, bird watching, dan sebagainya. — Construction+ Online