COMMENTARY ONLINE EXCLUSIVE

10 Pencakar Langit Tertinggi di Indonesia

Menara Astra | Foto: Shutterstock

Oleh Rosalin Citra Utami

Dengan semakin berkurangnya lahan yang ada di kota-kota besar, ditambah dengan perkembangan ekonomi yang kian cepat di Indonesia, menjadikan bangunan pencakar langit menjadi salah satu solusi untuk menjawab isu ini. Tidak hanya itu, gedung pencakar langit juga kerap menjadi tolok ukur perkembangan ekonomi dan infrastruktur di suatu negara.

Tidak ketinggalan di Indonesia, pembangunan gedung-gedung pencakar langit pun marak dilakukan. Berikut adalah 10 bangunan tertinggi di Indonesia.

AUTOGRAPH TOWER
Lokasi:
Thamrin Nine, Jakarta Pusat
Ketinggian:
382,9 meter
Owner/Client/Developer:
PT Putra Gaya Wahana
Tahun Konstruksi:
2013-2022

Proyek Autograph Tower menempati urutan pertama struktur bangunan tertinggi di Indonesia. Berlokasi di Kompleks Thamrin Nine, Autograph Tower memiliki ketinggian yang mencapai 389,2 meter. Gedung pencakar langit yang dibangun oleh PT Putra Gaya Wahana ini dibangun dengan berbagai fasilitas yang lengkap, mulai dari fasilitas olahraga, perkantoran, hiburan, hingga perhotelan. Dalam pembangunannya pun PT Putra Gaya Wahana bekerja sama dengan Kohn Pedersen Fox (KPF) yang memiliki berbagai pengalaman dalam proyek-proyek gedung pencakar langit di dunia, seperti Lotte World Tower Seoul, One Vanderbitt New York, dan lainnya. Sementara itu, pekerjaan konstruksi fisik dari gedung Autograph Tower dilakukan oleh PT Acset Indonusa Tbk.

GAMA TOWER
Lokasi: Kuningan, Jakarta Selatan
Ketinggian:
285,5 meter (69 lantai)
Owner/Client/Developer:
PT Gamaland
Tahun Konstruksi:
2011-2015

Gama Tower merupakan sebuah gedung pencakar langit yang terletak di Jalan H. R. Rasuna Said, Jakarta Selatan. Gedung ini sempat tiga kali berganti nama, mulai dari Menara Rasuna, Menara Cemindo hingga pada akhirnya di tahun 2018 berganti nama menjadi Gama Tower. Secara keseluruhan, Gama Tower difungsikan sebagai kantor dan hotel. Penempatan The Westin Hotel yang ada di bangunan ini turut menjadikannya sebagai hotel tertinggi di Indonesia. Sejak proses perencanaannya, Gama Tower telah menerapkan konsep bangunan hijau sebagai arsitektur gedung yang ramah lingkungan. Dalam pembangunannya, desain Gama Tower dikerjakan oleh PT Sekawan Design Inc. bersama dengan PT Tatamulia Nusantara Indah yang menangani konstruksi gedungnya.

Gama Tower | Foto: Shutterstock

TREASURY TOWER
Lokasi:
District 8, SCBD, Jakarta Selatan
Ketinggian: 279,5 meter (61 lantai)
Owner/Client/Developer: PT Agung Sedayu Group
Tahun Konstruksi: 2013-2016
Treasury Tower merupakan sebuah gedung perkantoran di kawasan SCBD, Jakarta. Bangunan ini juga merupakan bagian dari pengembangan skala besar District 8 yang juga terdiri dari kondominium, apartemen, area residensial Langham, serta dua menara perkantoran lainnya, yaitu Revenue Tower dan Prosperity Tower. Letaknya di kawasan SCBD membuat Treasury Tower dikelilingi dengan konektivitas yang sangat baik untuk pejalan kaki, akses MRT, dan moda transportasi lainnya. Pembangunan Treasury Tower sendiri diarsiteki oleh Airmas Asri dan Forrec untuk Agung Sedayu Group. Sedangkan untuk teknis strukturalnya dipercayakan kepada Wiratman & Associates.

WORLD CAPITAL TOWER
Lokasi:
Mega Kuningan, Jakarta Selatan
Ketinggian:
270 meter
Owner/Client/Developer:
PT Mega Kuningan Pinnacle
Tahun Konstruksi:
2013-2017

World Capital Tower atau WCT berlokasi di Mega Kuningan, Jakarta Selatan yang memiliki luas total 70.000 meter persegi. Dengan tinggi mencapai 270 meter, bangunan ini terdiri dari 54 lantai yang difungsikan sebagai gedung perkantoran. Selain memiliki fungsi utama sebagai gedung perkantoran, WCT juga dilengkapi dengan kebun seluas 3.000 meter persegi dan gedung aneks tiga lantai seluas 2.700 meter persegi. Gedung aneks ini difungsikan untuk area pertokoan dan tempat makan. Dalam pembangunannya, urusan teknis struktural dipegang oleh PT Gistama Inti Semesta sedangkan PT Nusa Konstruksi Enjiniring berperan sebagai kontraktor utamanya.

WISMA 46
Lokasi:
Kota BNI, Jakarta Pusat
Ketinggian: 262 meter (46 lantai)
Owner/Client/Developer: PT Swadharma Primautama
Tahun Konstruksi: Selesai tahun 1996

Terletak di kompleks Kota BNI, Wisma 46 merupakan gedung pencakar langit yang memegang predikat sebagai bangunan tertinggi di Indonesia dari tahun 1996 hingga tahun 2016 dengan tinggi bangunan mencapai 262 meter. Predikat ini menggantikan Graha Mandiri yang memiliki ketinggian 143 meter, sebelum akhirnya Wisma 46 digantikan oleh Gama Tower sejak pencakar langit itu resmi berdiri tahun 2016. Dirancang oleh perusahaan arsitektur terkenal, Zeidler Roberts Partnership, bangunan Wisma 46 sendiri dikembangkan dan dimiliki oleh PT Swadharma Primautama dengan desain yang modern dan memiliki bentuk melengkung seperti pena. Fasad kaca dengan pola persegi ini menutupi keseluruhan bangunan dengan dinding beton berongga di beberapa bagian lainnya. Bentuk yang unik ini menjadikan Wisma 46 salah satu ikon kota Jakarta.

Wisma 46 | Foto: Shutterstock

MENARA ASTRA
Lokasi:
Jl. Jend. Sudirman, Jakarta Pusat
Ketinggian:
261,5 meter
Owner/Client/Developer:
PT Astra Internasional
Tahun Konstruksi:
2014-2017

Satu lagi bangunan pencakar langit yang terletak di kawasan Sudirman dimiliki oleh PT Astra Internasional. Menara Astra merupakan gedung perkantoran yang memiliki 63 lantai utama dengan ketinggian mencapai 261,5 meter, lengkap dengan landasan helikopter pada rooftop-nya. Fasilitas pelengkap seperti pujasera dan aula pertemuan yang dapat menampung 1.000 orang dapat ditemukan pada bagian podium dari bangunan ini. Proses perancangan dan desainnya dipercayakan kepada perusahaan Jepang, Nikken Sekkei dan Airmas Asri yang bekerja sama dengan Shimizu Corporation sebagai kontraktor utamanya. Sedangkan teknis struktural dari bangunan ini dikerjakan oleh Arup.

SAHID SUDIRMAN CENTER
Lokasi:
Jl. Jend. Sudirman, Jakarta Pusat
Ketinggian: 258 meter (52 lantai + 5 basement)
Owner/Client/Developer: PT Piko Land Development
Tahun Konstruksi: 2012-2015

Salah satu bangunan yang turut meramaikan banyakannya gedung pencakar langit di kawasan Sudirman dan sekitarnya adalah Sahid Sudirman Center. Gedung pencakar langit ini merupakan bagian dari proyek pengembangan campuran di lahan seluas 5,5 hektar milik Sahid Group. Di dalamnya terdapat 9 gedung bertingkat dengan beragam fungsi, seperti perkantoran, hotel, rumah sakit, dan menara apartemen. Sahid Sudirman Center sendiri merupakan bangunan menara perkantoran.

MILLENNIUM CENTENNIAL CENTER
Lokasi:
Jl. Jend. Sudirman, Jakarta Pusat
Ketinggian:
254 meter (53 lantai)
Owner/Client/Developer:
PT Permata Birama Sakti
Tahun Konstruksi:
2016

Bangunan pencakar langit ikonik lainnya di kawasan Sudirman adalah Millennium Centennial Center yang pernah memenangkan Desain Arsitektur Lanskap Terbaik pada tahun 2017 oleh Indonesia Property Award. Menara setinggi 254 meter dengan 54 lantai ini merupakan sebuah bangunan perkantoran yang dilengkapi dengan basement 5 tingkat yang digunakan untuk area parkir. Desain bangunan ini dipercayakan kepada arsitek kaliber dunia yaitu Smallwood, Reynolds, Stewart, Stewart & Associates, Inc. Kekhasan desain Millennium Centennial Center terletak pada dinding menara yang berdekatan layaknya gua dan fitur kaca luas yang merujuk pada oasis botani. Desain ini bertujuan untuk membangkitkan rasa ketenangan di dalam kota yang ramai. Pengaturan taman hijau yang rimbun dan area taman semi-publik juga mewakili visi yang berani dari era milenium baru Jakarta, yang berkomitmen untuk bertanggung jawab terhadap lingkungan dan penghematan sumber daya.

Millennium Centennial Center | Foto: Shutterstock

THE PAKUBUWONO SIGNATURE
Lokasi:
Kebayoran Baru, Jakarta Selatan
Ketinggian:
252 meter
Owner/Client/Developer:
PT The Pakubuwono Development
Tahun Konstruksi:
Selesai 2014

Berlokasi di Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, The Pakubuwono Signature merupakan bangunan hunian vertikal tertinggi di kawasan Pakubuwono, serta menjadi salah satu dari 10 bangunan tertinggi di Indonesia. Bersamaan dengan Pakubuwono Signature, PT The Pakubuwono Development juga turut mengembangkan beberapa bangunan tinggi lainnya, seperti The Pakubuwono Residence, Dwijaya House of Pakubuwono, dan lainnya. The Pakubuwono Signature sendiri berdiri di lahan seluas 4,2 hektar dan rampung dibangun, serta dipasarkan pada tahun 2014 dengan tinggi 252 meter yang terdiri dari 50 lantai utama. Mengangkat konsep utama luxurious living, desain Pakubuwono Signature didesain secara mewah dan megah, bahkan dari gerbang masuk utamanya. Pengaturan taman-taman yang rindang juga turut melengkapi dan menyambut penghuni untuk bersantai sejenak dan menikmati kemewahan yang ada di bangunan ini.

SINARMAS MSIG TOWER
Lokasi:
Jl. Jend. Sudirman, Jakarta Pusat
Ketinggian:
245 meter (48 lantai)
Owner/Client/Developer:
Sinarmas MSIG Life, Duta Anggata Group
Tahun Konstruksi:
2012-2015

Memiliki ketinggian 245 meter, Sinarmas MSIG Tower merupakan sebuah gedung perkantoran yang juga difungsikan sebagai kantor pusat Sinarmas MSIG. Gedung ini juga dikenal dengan nama Chase Tower dan sudah mulai beroperasi sejak awal tahun 2015 setelah konstruksi yang dimulai pada tahun 2012 selesai dilakukan. Pemilik dari gedung ini adalah Sinarmas MSIG Life dan PT Smart Tbk yang mempercayakan desain Sinarmas MSIG Tower kepada perusahaan arsitektur terkenal dari Los Angeles, Marzio Kato Architecture. Marzio Kato sendiri terkenal akan gaya desainnya yang mengedepankan keseimbangan konsep modern yang ramah lingkungan.

— Construction+ Online


Disclaimer: Construction+ makes reasonable efforts to present accurate and reliable information on this website, but the information is not intended to provide specific advice about individual legal, business, or other matters, and it is not a substitute for readers’ independent research and evaluation of any issue. If specific legal or other expert advice is required or desired, the services of an appropriate, competent professional should be sought. Construction+ makes no representations of any kind and disclaims all expressed, implied, statutory or other warranties of any kind, including, without limitation, any warranties of accuracy and timeliness of the measures and regulations; and the completeness of the projects mentioned in the articles. All measures, regulations and projects are accurate as of the date of publication; for further information, please refer to the sources cited.

Hyperlinks are not endorsements: Construction+ is in the business of promoting the interests of its readers as a whole and does not promote or endorse references to specific products, services or third-party content providers; nor are such links or references any indication that Construction+ has received specific authorisation to provide these links or references. Rather, the links on this website to other sites are provided solely to acknowledge them as content sources and as a convenient resource to readers of Construction+.