INTERIORS

Zhuma Senayan City

Jepang merupakan salah satu negara yang memiliki kebudayaan tradisional yang masih eksis hingga saat ini. Di Jakarta sendiri sudah banyak menjamur restoran bertemakan Jepang. Namun, restoran Jepang bernama Zhuma ini mengimplementasikan nuansa Jepang secara total, mulai dari pemilihan furnitur hingga material yang digunakan. Restoran yang berada di salah satu pusat perbelanjaan paling bergensi di Jakarta Selatan ini didesain apik oleh Einstein & Associates.

ZEN GARDEN DAN YIN AND YANG
Desain interior pada restoran terinspirasi dari budaya tradisional Jepang dengan menekankan aspek alam, di mana zen garden dan konsep yin and yang menjadi inspirasinya. Einstein & Associates mengimplementasikan tiga elemen utama yang dapat menciptakan suasana Jepang pada restoran ini, yaitu dengan pemilihan kayu yang berwarna gelap, batu keabu-abuan, dan tanaman. Kayu berwarna gelap melambangkan sisi hangat, sementara batu mewakili sisi dingin dari alam yang tetap dapat menciptakan keseimbangan dan harmoni, sedangkan tanaman melambangkan kehidupan yang hidup di alam.

Tiga area utama yang didefinisikan pada restoran Zhuma, yaitu sushi bar, ruang makan indoor dan ruang makan outdoor. Ketiga ruangan tersebut menyatu menjadi sebuah lukisan di zen garden, apalagi dengan adanya kelopak sakura yang berjatuhan dan air di kolam yang mengalir secara perlahan. Sakura dan ikan koi digunakan untuk menonjolkan nilai budaya Jepang tersebut, di mana sakura menyimbolkan kebahagiaan, ketenangan dan keheningan, sedangkan ikan koi melambangkan sisi gelap dan terang dari kehidupan seperti yin and yang.

KAMON
Dalam merepresentasikan nuansa Jepang, Zhuma menambahkan aksentuasi “kamon”. “Kamon” merupakan lambang tradisional Jepang yang biasa disimbolkan untuk menunjukkan asal usul seseorang, yaitu garis keturunan keluarga. Biasanya lambang tersebut dapat diterapkan pada baju, senjata maupun furnitur.

Restoran Zhuma menggunakan simbol ini sebagai aksentuasi yang diletakkan pada background dari sushi bar. Penggunaan warna kuning yang kontras bersamaan dengan warna interior yang cenderung gelap, membuat “kamon” menjadi focal point bagi pengunjung di restoran ini. Selain itu, simbol tersebut dimanfaatkan menjadi sekat partisi untuk memisahkan antara ruang makan indoor dan ruang makan outdoor.

KIMONO MERAH
Secara ruang, Zhuma memiliki dua entrance, yaitu melalui sushi bar dan melalui ruang makan outdoor. Namun uniknya, centre point dan starting point restoran ini bukan berada di pintu masuknya, melainkan pada ruangan yang memiliki kimono merah dengan motif bunga sakura. Ruangan ini sendiri berada jauh dari entrance restoran tersebut.

Suasana musim semi yang ingin ditampilkan dapat terlihat pada kimono merah tersebut, layaknya pohon sakura yang bunganya mulai bermekaran. Sakura dari kimono merah itu menyebar ke luar, dari area makan indoor yang gelap dan tenang bergeser ke area makan outdoor yang lebih cerah dan penuh kehidupan. Perubahan ini dapat mewakili perubahan musim semi ke musim panas yang lebih hangat. Sementara itu, transisi antara ruang makan indoor dan ruang makan outdoor dibuat sangat halus dengan menggunakan beberapa bukaan. Secara keseluruhan, konsep desain yang diusung oleh Einstein & Associates mampu hadir mewakili budaya tradisional Jepang yang kental dengan tetap memberikan kenyamanan optimal bagi pengunjung Zhuma.

DATA PROYEK
Nama Proyek: Zhuma
Lokasi: Senayan City
Selesai: 2017
Luas Area: 200 meter persegi
Klien/Pemilik: Zhuma Mitra Jaya
Konsultan Desain Interior: Einstein & Associates
Konsultan Pencahayaan: Einstein and Associate
Konsultan Mekanikal & Elektrikal: Top Engineering
Foto/Gambar: Mario Wibowo Photography

cplus-ad3