NEWS & EVENTS ONLINE EXCLUSIVE

THR Tidak Pengaruhi Pasar Properti

Idul Fitri selain identik dengan bermaaf-maafan dan liburan panjang, momen ini juga selalu terkait dengan Tunjangan Hari Raya (THR). Menjelang lebaran lalu, sejumlah pengembang berlomba-lomba menawarkan berbagai promo sepanjang ramadan. Namun, hal tersebut diprediksi tak mampu mendorong aktivitas pembelian properti pada kuartal kedua tahun ini.

Ketua Umum Himpunan Pengembang Perumahan dan Permukiman Rakyat (Himperra), Endang Kawidjaja, menilai hal tersebut wajar terjadi pada periode ramadan hingga beberapa pekan setelah lebaran. Biasanya akan terjadi penurunan penjualan sekitar 20 persen di pasar properti karena masyarakat banyak menggunakan uangnya untuk kebutuhan konsumtif. Perlambatan penjualan pada tahun ini diprediksi makin parah karena momen Idul Fitri berdekatan dengan periode masuk sekolah. Menurutnya, masyarakat lebih memikirkan untuk membiayai sekolah anak ketimbang membeli rumah.

Ramadan tahun ini juga bersamaan dengan periode pemilihan presiden. Hal tersebut menjadi salah satu faktor yang membuat masyarakat masih menahan diri untuk membeli properti karena mempertimbangkan kebijakan yang akan datang dari presiden terpilih. Permintaan diprediksi akan meningkat pada kuartal berikutnya, terutama untuk rumah bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR). Hal ini tidak lepas dari kebijakan pemerintah untuk memperluas basis aturan rumah sederhana yang dibebaskan PPN melalui Peraturan Menteri Keuangan No.81/PMK.03/2019 [PDF]. Selain itu, batasan harga jual pembebasan PPN yang pembagiannya diberikan dalam kurun 5 tahun juga disederhanakan menjadi hanya untuk 2 tahun, yakni 2019 dan 2020.— Construction+ Online

cplus-ad3