IN DESIGN

The Loggia

Hunian vertikal merupakan solusi bermukim bagi masyarakat yang tinggal di ibu kota. Dengan lahan yang kian terbatas, hadirnya hunian vertikal turut berkontribusi dalam mempersiapkan kesediaan ruang untuk pembangunan kota di kemudian hari. Selain itu, akses dan konektivitas hunian vertikal di tengah kota menjadi aspek yang penting untuk mendukung mobilitas penghuninya.

The Loggia yang diluncurkan oleh pengembang Farpoint menjadi salah satu hunian vertikal yang prospektif di Jakarta Selatan. Hasil kolaborasi dari konsultan internasional BroadwayMalyan, Atelier Bow-Wow (ABW), dan SWA ini menjadikan The Loggia sebagai hunian vertikal yang berkualitas. Lokasinya yang strategis dekat dengan SCBD, berbagai fasilitas umum, stasiun MRT, dan tol akan mendukung mobilitas penghuni The Loggia. Selain berkontribusi untuk pembangunan kota di kemudian hari melalui tipologi hunian vertikal, desain interior The Loggia juga memberikan solusi penyimpanan yang compact bagi penghuninya melalui penerapan konsep “reversibility into emptiness” ala Jepang.

SPACIOUS LIVING AND LOCAL DETAILS
The Loggia yang terletak di Jalan Duren Tiga, Jakarta Selatan menghadirkan konsep hunian vertikal baru yang menjawab tantangan sekaligus mengoptimalkan kenyamanan bagi masyarakat yang ingin tinggal di tengah kota. The Loggia memiliki 2 massa tower apartment yang dirancang oleh Atelier Bow-Wow (ABW) dengan menekankan konsep “the art of spacious living”. Konsep ini direalisasikan lewat aplikasi furnitur yang fleksibel dan efisien yang dapat disesuaikan dengan fungsi dan kebutuhannya.

The Loggia memberikan sentuhan lokal ke dalam setiap detail desainnya, di antaranya dengan pengaplikasian material tegel kunci dari Yogyakarta dan rotan pada sliding panel. Selain itu, desain apartemen ini juga mengadaptasi konsep hunian tropis yang mengoptimalkan prinsip cross ventilation pada setiap unitnya. Dihadirkan pula roof garden dengan berbagai fasilitas seperti game room dan playground untuk mengakomodasi kegiatan komunal para penghuninya.

COMPACT DENGAN TRANSFORMABLE FURNITURE
ABW mewujudkan apartemen lapang yang terinspirasi dari hunian khas Jepang. Co-Principal Architect ABW dan Profesor di Tokyo Institute of Technology, Dr Eng Yoshiharu Tsukamoto mendesain interior ruangnya dengan berfokus pada eksplorasi secara vertikal dan horisontal. Esplorasi ini juga mencakup pemanfaatan ketinggian levelling ruang, serta menciptakan inovasi furnitur transformable yang fleksibel sehingga menghadirkan kualitas ruang yang optimal.

Inovasi spacious living ini juga dapat meningkatkan kualitas hidup penghuni dengan ruang penyimpanan yang compact melalui transformable furniture yang ada, namun tetap mengedepankan ruang yang lapang. Konsep transformable ini terinspirasi dari konsep “ikigai” dari Jepang lewat prinsip minimalis dan decluttering. Setiap unit dapat di-upgrade menjadi area private sanctuary, yang dilengkapi dengan day beds, bunk beds, dan sliding panel rotan yang dapat dimodifikasi untuk menciptakan ruang yang lega, serta ruang penyimpanan tersembunyi di berbagai sudut.

DATA PROYEK
Nama Proyek: The Logia – South Tower
Lokasi: Jalan Duren Tiga, Jakarta Selatan
Selesai: Q2 2022
Luas Tapak: 11.334 meter persegi
Jumlah Lantai: 20
Jumlah Unit: 254
Tipe & Luas Unit:
2-Bedroom: 72-76 meter persegi
2+1-Bedroom: 75-89 meter persegi
3-Bedroom: 115-117 meter persegi
Klien: Farpoint
Konsultan Arsitektur: Broadway Malyan, Singapore
Desainer Interior: Atelier Bow Wow, Japan
Desainer Lanskap: SWA Landscape, USA
Konsultan Struktur: WHL, Shanghai
Kontraktor Utama: TBC
Project Architect: Blue Antz, Indonesia
Konsultan MEP: HPM, Indonesia
Foto/Gambar: Farpoint