NEWS & EVENTS ONLINE EXCLUSIVE

Terhenti Akibat Pandemi, Pembangunan MRT Fase 2A Kembali Dimulai

Pandemi COVID-19 di Indonesia kian mereda, sekaligus memberikan sinyalmen positif bagi industri dan perekonomian negara. Hal ini sedikit banyak terjadi karena angka penyebaran di Jakarta sudah menurun secara signifikan dibandingkan dengan 2 bulan lalu. Imbas dari meredanya wabah tersebut adalah mulai dibukanya fasilitas-fasilitas publik, termasuk mulai berjalannya kembali beberapa proyek konstruksi infrastruktur.

Salah satu proyek infrastruktur yang paling ditunggu masyarakat sejak akhir tahun lalu adalah pembangunan mass rapid transportation (MRT) Fase 2A dari Bundaran HI hingga Stasiun Kota. Akibat pandemi ini, PT MRT Jakarta telah menjadwalkan pemunduran pembangunan dari Maret 2020 menjadi Juni 2020 ini. Seperti diketahui sebelumnya, Corporate Secretary Division Head PT MRT Jakarta Muhammad Kamaludin mengkonfirmasikan penundaan tersebut pada akhir April 2020 lalu.

Pembangunan proyek MRT Fase 2A ditargetkan rampung pada bulan Desember 2024. Namun karena ada penundaan ini, proyek tersebut diperkirakan baru akan selesai pada pertengahan 2025. Salah satu alasan penundaan pengerjaan MRT Fase 2A ini disebabkan oleh sebagian tenaga kerja yang ikut terlibat dalam proyek ini berasal dari Jepang, di mana sejak Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memberlakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), pengerjaan proyek dengan skala besar yang melibatkan banyak orang terpaksa ditunda.

Memasuki akhir Juni 2020, penjadwalan kembali ini masih memasuki tahap evaluasi di mana pengerjaan massif belum sepenuhnya dijalankan. Saat ini beberapa pekerjaan mulai berjalan sejak pertengahan Juni 2020 dengan aturan physical distancing dan protokol lainnya. Penundaan proyek MRT ini berimbas pada rencana operasional MRT fase 2A itu sendiri yang baru akan dibuka tahun 2026 mendatang.

Pembangunan MRT Fase 2A dimulai dari Stasiun Bundaran HI, yang merupakan ujung terakhir dari MRT Fase 1, hingga Stasiun Kota dengan total panjang jalur 6,3 kilometer dan terdiri dari tujuh stasiun bawah tanah, yakni Stasiun Thamrin, Stasiun Monas, Stasiun Harmoni, Stasiun Sawah Besar, Stasiun Mangga Besar, Stasiun Glodok, dan Stasiun Kota. — Construction+ Online

  • This field is for validation purposes and should be left unchanged.