NEWS & EVENTS ONLINE EXCLUSIVE

Strategi Jitu BPJT Urai Kemacetan Akibat Rest Area Usai Lebaran

Melalui Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT), Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) telah menginstruksikan kepada Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) dan pengelola rest area untuk mengoptimalkan manajemen rest area pada masa arus balik Lebaran 2019. Sistem “buka-tutup” pada rest area diberlakukan sesuai kondisi lalu lintas dan daya tampung parkir di dalam rest area.

Data PT Jasa Marga memperlihatkan bahwa jumlah arus balik pada H+1 baru sekitar 20% menuju wilayah Jakarta atau Jabodetabek. Keberhasilan rekayasa lalu lintas, seperti one-way dan contra flow juga ditentukan keberhasilan manajemen rest area.

“Hasil evaluasi hingga H+1 memperlihatkan bahwa pengelolaan rest area di KM 70 hingga KM 29 akan menjadi kunci kesuksesan mobilitas arus balik. Oleh karena itu, kami menginstruksikan BUJT dan pengelola rest area melakukan langkah-langkah optimalisasi pelayanan tempat istirahat,” ujar Danang Parikesit selaku Kepala BPJT.

Terdapat beberapa langkah yang dilakukan untuk menghindari terjadinya kemacetan arus lalu lintas akibat rest area. Pertama, meningkatkan ketersediaan ruang parkir dalam rest area dengan memanfaatkan berbagai ruang yang ada di wilayah rest area. Kedua, memberikan informasi ketersediaan ruang parkir (sisa jumlah kendaraan yang bisa ditampung) melalui papan informasi, audio, media visual, dan lainnya sebelum ramp atau masuk rest area. Ketiga, mengurangi antrian di mulut rest area dengan sesegera mungkin memasukan kendaraan ke dalam rest area apabila kapasitasnya tersedia sehingga mengurangi antrian di badan atau di bahu jalan tol.

Keempat, memberikan himbauan pada pengguna rest area untuk mengurangi waktu tinggal sehingga memberi kesempatan kepada pengguna tol lain dalam memanfaatkan fasilitas rest area. Kelima, pengelola rest area bekerja sama untuk mendorong pemanfaatan rest area di KM 70 – KM 414 sehingga mengurangi kebutuhan tidak mendesak penggunaan rest area KM 29 – KM 70. Keenam, mematuhi perintah Korlantas Polri dalam pengaturan manajemen lalu lintas dan peningkatan keselamatan, termasuk kebijakan buka-tutup rest area secara situasional tergantung dari kapasitas parkirnya.

Di samping itu, penambahan jumlah petugas rest area sekitar 40 orang, seperti yang disampaikan asosiasi pengelola rest area jalan tol, disesuaikan dengan fungsi yang disebutkan pada lima butir tersebut dan dengan pertimbangan shift. BUJT dan pengelola rest area juga diminta tetap mengedepankan keselamatan pengguna jalan, di samping memberikan pelayanan kepada masyarakat yang menggunakan jalan tol.

Para pemudik juga dapat memanfaatkan diskon tarif jalan tol sebesar 15% yang akan berlaku pada tanggal 10 hingga 12 Juni 2019. Pemberian diskon tersebut merupakan inisiatif dari BUJT agar volume arus balik dapat terbagi sehingga turut mengurangi kemacetan.— Construction+ Online

cplus-ad3