PROJECTS

Senja Coffee & Memories

Kaum milenial selalu memiliki cara untuk mengekspresikan diri dan menghadirkan kreativitas dengan caranya yang berbeda. Untuk mewadahi semangat itu, banyak tempat publik disediakan lewat pendekatan yang berbeda-beda pula. Salah satu yang menarik adalah Senja Coffee & Memories, sebuah meeting point bagi para milenial yang menggabungkan tempat bersantai dan nuansa game yang kuat. Terletak di tepi barat kota Yogyakarta, café ini diharapkan akan menjadi ikon dan magnet baru bagi para milenial di kawasan tersebut.

Proyek ini berangkat dari sebuah konsep “the game changer”, di mana diharapkan bahwa Senja Coffee & Memories ini menghadirkan suasana baru dan menghidupkan kembali memori game pada era 90-an. Pengunjung yang datang akan dapat menikmati segelas kopi sambil bermain game. Untuk itu, PILLAR architects menerapkan pendekatan “la liberte”, sebuah kebebasan mutlak yang diterapkan untuk mendesain proyek ini.

KEMBALI KE ERA 90-AN
PILLAR architects memvisualisasikan permintaan klien dengan membawa pikiran tim desainer untuk kembali ke memori masa kecil mereka. Referensi yang didapat dari visualisasi tersebut adalah permainan anak-anak pada masa itu, komponen-komponen yang perlu dilibatkan, dan pencarian kebutuhan para milenial di era sekarang yang digabungkan dengan memori-memori masa lalu.

Filosofi desainnya mengedepankan isu zoning dan pemanfaatan fungsi ruang yang optimal. Gubahan massa U-shape dipilih karena dapat memberikan atmosfer yang tepat untuk diterapkan dalam area café, selain juga memberikan sirkulasi udara dan pencahayaan yang baik. Di samping itu, proyek ini disematkan visual identity yang kuat agar Senja Coffee & Memories mudah dikenali oleh publik.

Konstruksi dan materialnya memanfaatkan shipping container yang diolah dan didesain sedemikian rupa sehingga tampil atraktif dan tidak kaku. Pemanfaatan material ini karena pertimbangan mudah diperoleh, unik, praktis, dan efisien. Untuk mempercantik desainnya, tim desainer membutuhkan penanganan secara detail dan pengerjaan khusus.

SENJA DAN VISUAL IDENTITY
Nama ‘senja’ sendiri memberikan pengaruh kepada desain proyek ini. Tampak muka bangunan sengaja dihadapkan ke arah barat dengan harapan dapat mengarahkan sinar matahari yang masuk ke dalam bangunan pada saat matahari terbenam. Secara tidak langsung nuansa dan view yang hadir akan mendukung melodrama dari istilah ‘senja’ itu sendiri.

Demi memperkuat visual identity dari sisi interior, maka café ini memiliki sebuah signature area yang dibentuk dari penciptaan defragmented space. Aplikasinya berupa ruang yang dipenuhi cahaya acak yang berasal dari lubang-lubang kecil yang diolah pada dinding container yang menghadap ke barat.


DATA PROYEK
Nama Proyek
Senja Coffee & Memories
Lokasi
Yogyakarta
Selesai
November 2019
Luas Tapak
367 meter persegi
Luas Bangunan
232 meter persegi
Jumlah Ruangan
6
Tinggi Bangunan
5,8 meter
Klien/Pemilik
Yudi
Konsultan Arsitektur
PILLAR architects
Principal Architect
Ardie Prasetya
Tim Desain
Hadiendra & Fatin
Konsultan Desain Interior
PILLAR architects
Principal Designer
Ardie Prasetya
Tim Desain
Okta & Gisela
Konsultan Lanskap
PILLAR architects
Kontraktor Utama
Contain Space Indonesia
Gambar
PILLAR architects
3D Visual
2G Studio

  • This field is for validation purposes and should be left unchanged.