PROJECTS

Rumah Atsiri Indonesia

Seperti di banyak kabupaten di Indonesia yang kaya akan destinasi wisata menarik yang jarang dikenal masyarakat kota, maka Kabupaten Karanganyar di Jawa Tengah juga memiliki tujuan liburan baru bernama Rumah Atsiri Indonesia. Berada di dataran tinggi yang sejuk di Desa Plumbon, Tawangmangu, sekitar 40 kilometer dari Solo, berdiri sebuah kawasan edu-recreation terpadu dengan tema minyak atsiri, bahan dasar wewangian dan minyak gosok yang tidak banyak diketahui kalangan umum.

Dibangun di atas tanah seluas 2,3 hektar pada ketinggian 750 meter dari atas permukaan laut, Rumah Atsiri awalnya merupakan pabrik minyak atsiri bernama Citronella yang dibangun para era Presiden Soekarno pada tahun 1963. Pada zamannya, bangunan ini rencananya akan dijadikan pabrik minyak atsiri terbesar di Asia.

PEMANFAATAN POTENSI EKSISTING
Dalam pembangunan ulang Rumah Atsiri yang didesain lewat kolaborasi timtiga dan Studio-Kita, tim desain melakukan riset awal tentang sejarah berdirinya, termasuk maksud, tujuan, dan fungsi bangunan ini kala itu. Sejarah tersebut diolah dan ditransformasikan pada fungsi baru yang dibutuhkan oleh pemilik saat ini. Pengembangan baru tersebut memanfaatkan seoptimal mungkin potensi eksisting yang ada untuk menampung fasilitas-fasilitas yang telah direncanakan.

Filosofi desainnya lahir dari benang merah kesejarahan bangunan eksisting terhadap pengembangannya hingga pada fungsi barunya. Kendati Rumah Atsiri lama ini tidak masuk dalam bangunan cagar budaya, namun pengembangan desainnya tetap menghormati keberadaan wujud aslinya dengan membuat seminimal mungkin intervensi desain dan perubahan. Material baru sengaja dibuat kontras untuk menjadi pembeda zaman pada fisik bangunan. Desain barunya dikreasi seoptimal mungkin agar tidak menutupi bangunan lamanya dengan menempatkannya hanya dengan posisi menempel atau bersinggungan saja.

HARMONY IN DIVERSITY
Tema yang ditonjolkan pada proyek ini adalah “harmony in diversity”, di mana bangunan lama tetap menjadi identitas yang dipertahankan dan dominan. Salah satu aksen kuat yang menjadi focal point pada bangunan utama Rumah Atsiri adalah material kerawang yang mendominasi fasad bangunan lama. Sementara, material lain yang sengaja dihadirkan secara kontras adalah baja, besi, kayu, dan kaca.

Pada proses pengerjaannya, tim desain dan kontraktor harus bekerja sama untuk mentransformasikan bangunan lama ke fungsi baru tanpa membongkar struktur sebelumnya. Perpaduan dari pemakaian bahan bangunan dari struktur lama dan baru yang bersifat penambahan juga diusahakan untuk tetap terjaga harmoninya. Hal ini juga menjadi tantangan terbesar, sekaligus menjadi hal yang sangat menarik pada proyek ini.

DUA TAHAP PEMBANGUNAN
Sebagai bangunan pariwisata edukasi terpadu dengan tema minyak atsiri (essential oil), proyek ini dibangun dalam dua tahap pengerjaan. Tahap pertama sudah selesai, meliputi Rumah Atsiri Science Lab yang terdiri dari Citronella science lab, ruang laboratorium R&D, ruang workshop, serta ruang penyulingan (destilasi). Bangunan kedua adalah sebuah museum yang terdiri dari Taman Koleksi dan museum itu sendiri. Bangunan ketiga merupakan kawasan komersial, berupa restoran dan ruang meeting. Bangunan terakhir di pembangunan tahap pertama adalah Rumah Atsiri Shop yang memuat fungsi ritel, seperti merchandise dan perfumery shop.

Rencananya, kawasan ini juga akan berkembang melalui tahap kedua dengan penambahan fasilitas bangunan production house, Roz Tea Café, coffee shop, greenhouse yang diberi nama Rozmarin Appointment Dining, bangunan spa dan aromaterapi, serta fasilitas MICE (Meeting, Incentive, Convention and Exhibition). Jika bangunan-bangunan tahap pertama sudah selesai dan dibuka untuk umum, maka tahap kedua baru akan dibuka pada tahun 2021 mendatang.

DATA PROYEK
Nama Proyek: Rumah Atsiri Indonesia
Lokasi: Jl. Watusambang, Plumbon, Tawangmangu, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah
Selesai:
Tahap 1: 2018
Tahap 2: 2020
Luas Area: 2,3 hektar
Luas Bangunan:
Tahap 1: 9.745 meter persegi
Tahap 2: 8.910 meter persegi
Jumlah Lantai: 4 lantai
Klien/Pemilik: PT Rumah Atsiri Indonesia
Konsultan Arsitektur: Timtiga + Studio-Kita
Konseptor: Ir Paulus Mintarga
Tim Arsitek: Joko Haryanto (timtiga), Stefany Windira (timtiga), Yesi Verawati (timtiga). Ivan CH (Studio-Kita) & Erick VH (Studio-Kita)
Konsultan Desain Interior : Timtiga + Studio-Kita
Konsultan Sipil & Struktur: PT Prima Graha Santosa
Konsultan Mekanikal & Elektrikal : timtiga
Konsultan Pencahayaan: timtiga
Konsultan Lanskap: timtiga
Kontraktor Utama: PT Prima Graha Santosa
Foto/Gambar: PT Rumah Atsiri Indonesia

cplus-ad3