IN DESIGN

Resta Pendopo 456

Sebagai fasilitas penunjang transportasi darat, tempat istirahat dan pelayanan (TIP) atau rest area memiliki peran penting dalam menunjang keselamatan lalu lintas pengguna jalan tol. Rest area menjadi salah satu bentuk pemenuhan standar pelayanan minimum di jalan tol untuk mendukung performa tol yang lancar, aman, dan nyaman.

Setelah diresmikan pada Februari 2019 lalu, Tol Trans Jawa di ruas Semarang-Solo mulai mempersiapkan rest area sebagai fasilitas penunjang jalur transportasi darat ini. Salah satu rest area terbaik di Tol Ruas Jawa adalah Resta Pendopo 456 yang menjadi fasilitas fatigue release, serta menyeimbangkan aspek bisnis dan sosial dalam satu wadah. Kehadiran rest area ini tidak hanya mencari keuntungan usaha, namun juga membangun komunitas ekonomi di wilayah sekitar jalan tol.

KONSEP BARU TRANSIT DESTINATION
Terletak di kilometer 456 ruas Tol Semarang-Solo, Jawa Tengah, rest area ini berada di ketinggian sekitar 600 meter di atas permukaan laut (mdpl) sehingga memiliki cuaca yang sejuk dan dingin, selain juga dikelilingi area perkebunan, antara lain: perkebunan akasia, karet, dan sangon di arah Solo. Sedangkan panorama yang ditawarkan adalah gugusan gunung, area persawahan, dan sungai. Menjadi bagian dari Tol Trans Jawa, Resta Pendopo 456 menawarkan konsep baru rest area sebagai transit destination yang terintegrasi dengan berbagai fasilitas pendukung.

Terhubungnya Tol Trans Jawa ini membuka peluang potensi pertumbuhan ekonomi baru, mulai dari bisnis ritel, logistik, pariwisata, dan ekonomi kreatif melalui pemberdayaan UMKM. Resta Pendopo 456 ditujukan sebagai “ruang pamer” bagi produk dan jasa dari para pelaku bisnis di provinsi Jawa Tengah, khususnya Semarang, Salatiga, dan Solo melalui ruang kuliner terbuka pada area rooftop yang dilatari dengan panorama alam. Ada pula amphiteater sebagai ruang atraksi budaya, area terbuka hijau, area bermain, dan edukasi. Rest area ini juga dilengkapi fasilitas penunjang, seperti masjid, toilet, tempat parkir, dan pusat informasi jalan tol.

SKYBRIDGE DAN ATAP PENDOPO
Terdiri dari dua massa bangunan saling berseberangan yang terletak di KM 456 A dan 456 B, kedua bangunan ini dihubungkan dengan skybridge yang membentang di atas Tol Semarang-Solo. Konektivitas dua rest area melalui skybridge ini akan menjadi nuansa baru pertama pada rest area di Indonesia.

Focal point-nya terletak pada bentuk atap yang sesuai dengan namanya, konsep bentuk “pendopo” khas arsitektur Jawa yang diterapkan pada bentuk limasan. Terdapat lima buah atap pada Resta Pendopo 456 yang masing-masing merepresentasikan lima gunung yang mengitari kawasan rest area tersebut, yaitu Gunung Merapi, Merbabu, Ungaran, Sindoro, dan Sumbing. Massa proyek ini seolah menjadi miniatur kecil yang merefleksikan kondisi topografi sekeliling sehingga membuatnya tampil unik dan menyatu dengan lingkungan alam di sekitarnya.

MENYATU DENGAN ALAM SEKITAR
Skybridge dan atap pendopo menjadi implementasi langgam arsitektur modern dan local, di mana hal ini menjadi salah satu landmark yang unik dan menonjol pada rangkaian Tol Trans Jawa. Bentuk massa arsitektural ini menjadi daya tarik yang ikonik dengan menggabungkan prinsip bisnis, idealisme, dan budaya yang diharapkan dapat mudah dikenali di kawasan Salatiga.

“Blending with nature” juga menjadi konsep yang diterapkan dengan menghadirkan vegetasi di dalam bangunan melalui inner court, roof garden, dan amphiteater, menawarkan suasana makan seperti di halaman rumah. Lokasinya yang cukup tinggi membuat tapak proyek ini cenderung berkontur dengan perbedaan elevasi eksisting yang cukup signifikan hingga 15 meter dari elevasi jalan tol. Untuk menyatukan dirinya dengan lingkungan, Resta Pendopo 456 tetap mempertahankan kontur terasering persawahan di sekitarnya. Kombinasi desain arsitektural ikonik dan menyatu dengan lingkungan alam tersebut diharapkan dapat menjadi pelepas lelah untuk mendapatkan kualitas perjalanan melalui tol yang lebih baik.

DATA PROYEK
Nama Proyek: Resta Pendopo 456
Lokasi: Jalan Tol Semarang – Solo (Salatiga)
Status Konstruksi: Proses finalisasi detail engineering design
Selesai: Januari 2020
Luas Tapak: Rest area A = 1,1 ha | Rest area B = 2,2 ha
Tinggi Lantai: 11 meter
Jumlah Unit: 174 unit
Klien/Pemilik: PT Astari Marga Sarana
Konsultan Arsitektur: PT Bias Teknoart Kreasindo
Konsep Desain: DP Architect
Konsultan Desain Interior: Hadi & Associated
Konsultan Mekanikal & Elektrikal: Mitra Perdana Engineering
Quantity Surveyor: PT Artefak Arkindo
Konsultan Lanskap: PT Ruang Hijau
Gambar: PT Astari Marga Sarana