Persiapan Peluncuran MRT Jakarta Maret 2019

PT MRT Jakarta terus merampungkan pengerjaan tahap akhir jelang peluncuran moda raya terpadu yang ditargetkan siap beroperasi secara komersial pada akhir Maret 2019. Direktur Utama PT MRT Jakarta, William Sabandar mengatakan bahwa perkembangan persiapan operasi telah mencapai 86,35% yang mencakup persiapan institusi sebesar 87,37% dan persiapan SDM sebesar 84,25%.

MRT Jakarta juga baru saja menjalani audit oleh pihak dari luar negeri terkait aspek keselamatan. Hasil audit tersebut mendapatkan predikat dan penghargaan emas, karena MRT Jakarta telah memenuhi 153 kriteria dari 166 kriteria penilaian.

Sejak 24 Desember 2018 lalu, telah dilakukan parallel trial run yang akan berlangsung hingga 26 Februari 2019. Parallel trial run ini mencakup praktik pemberian instruksi kegiatan operasional kereta oleh pengatur lalu lintas kereta (OCC Dispatchers), praktik mengemudi kereta di jalur utama oleh masinis, serta melakukan setiap tahapan dalam panduan prosedur operasi dan praktik komunikasi antara petugas di pusat kendali operasi, masinis, dan staf di stasiun. Parallel trial run akan dilanjutkan dengan full trial run pada 27 Februari 2019 hingga menjelang operasi komersialnya di akhir Maret 2019 nanti.

Pada awal November lalu, Presiden Joko Widodo telah menjajal MRT Jakarta dari Bundaran HI hingga Lebak Bulus. Selama perjalanan, Presiden Jokowi membicarakan tarif transportasi tersebut. Sebelumnya, PT MRT Jakarta telah mengusulkan dua opsi tarif MRT ke Pemprov DKI Jakarta untuk dikaji. Besaran usulan yang diajukan didapat dari survei ridership kemampuan membayar masyarakat dengan jarak per 10 kilo meter.

Direktur Operasi dan Pemeliharaan PT MRT Jakarta, Agung Wicaksono meyakini bahwa tarif tersebut cukup kompetitif dibandingkan dengan tarif moda transportasi lain seperti ojek online atau taksi online/konvensional. Dengan demikian, MRT Jakarta diharapkan dapat membuat masyarakat beralih dari kendaraan pribadi ke transportasi massal. — Construction+ Online

cplus-ad3