IN DESIGN

New Yogyakarta International Airport

Setelah Bali, Daerah Istimewa Yogyakarta merupakan provinsi kedua di Indonesia yang paling banyak didatangi wisatawan domestik dan internasional untuk berlibur. Selain menjadi salah satu kota tujuan wisata, Yogyakarta juga dikenal lekat sebagai kota budaya dan pendidikan.

Hal itulah yang membuat pemerintah menyegerakan pembangunan proyek New Yogyakarta International Airport (NYIA) di Kulon Progo, Yogyakarta. Proyek yang sudah lama digadang-gadang akan menjadi salah satu bandara internasional paling prestisius milik bangsa ini tengah memasuki pengerjaan utama yang direncanakan selesai pada 14 Juli 2020.

GERBANG MASUK YOGYAKARTA
Lahan yang dipakai untuk membangun proyek ini merupakan area pemukiman penduduk dengan sawah yang produktif, selain ladang dan tambak ikan dan udang yang kemudian direlokasi setelah mendapatkan kompensasi sebagai ganti rugi dari pemerintah Indonesia. Untuk mewujudkan mega project ini, PT Virama Karya selaku tim Development Design (DD) dan PT Penta Rekayasa sebagai tim Detail Engineering Design (DED) menerapkan konsep desain yang menempatkan NYIA sebagai gerbang masuk Yogyakarta dan sekitarnya.

Memasuki tahap pelaksanaan yang ditangani oleh PP KSO selaku kontraktor utama dari proyek ini, NYIA memfokuskan diri untuk penyediaan dan pembangunan terminal seluas 7,5 hektar. Terminal ini kelak memiliki 3 lantai yang dilengkapi dengan tiga island berupa Counter Check-In dan 5 unit Fixed Bridge untuk menunjang aktivitas bandara. Selain tampilan fisiknya, kelengkapan-kelengkapan penunjang itu akan menjadi focal point dari proyek ini.

FASILITAS AIR DAN LAND SIDE
NYIA menyiapkan fasilitas air side dan land side sebagai bagian dari standar sebuah bandara internasional. Fasilitas air side terdiri dari apron yang dapat digunakan untuk parkir 45 buah pesawat dengan runway sepanjang 3.250 meter. Selain itu, juga terdapat taxiway pada fasilitas utama ini.

Dari land side, bandara ini akan memiliki sebuah area terminal yang terbesar dan terbaik di Jawa Tengah. Selain bangunan penunjang, parkir, Air Traffic Control (ATC), nantinya NYIA juga akan memiliki stasiun kereta api sebagai penunjang transportasi menuju dan dari bandara ke pusat kota Yogyakarta.

IDENTITAS LOKAL
Pada proses pengerjaannya hingga tahun 2020 mendatang, seluruh kegiatan dilakukan secara pararel antara DED dengan pekerjaan di lapangan, karena waktu pelaksanannya yang mendesak. Hal ini merupakan salah satu tantangan yang harus dihadapi oleh tim kontraktor. PP KSO harus menghadapi waktu pelaksanaan yang singkat dengan volume material pekerjaan yang sangat besar. Solusinya adalah pengendalian jadwal kerja yang sangat ketat, termasuk mengatur dengan seksama antara jadwal DED, jadwal material, dan jadwal manpower.

Sebagai kota budaya yang terkenal luas di tanah air, unsur-unsur lokal menjadi sesuatu yang diusung pada proyek ini. Identitas Yogyakarta tersebut disematkan dengan tujuan untuk mengenalkan budaya dan memberikan pengalaman baru bagi penumpang, kendati bandara ini memiliki kesan mutakhir dan berteknologi modern. Unsur-unsur seni dan budaya Yogyakarta sebanyak mungkin dilekatkan pada proyek raksasa ini, mulai dari penempatan konsep kawasan, gunungan, motif batik kawung pada atap proyek, motif batik truntum sebagai artwork, dan pola-pola unik pada lantai.

DATA PROYEK
Nama Proyek: New Yogyakarta International Airport (NYIA)
Lokasi: Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta
Selesai: 14 Juli 2020
Luas Area: 587 hektar
Luas Lantai: 74.951 meter persegi (Terminal)
Tinggi Bangunan: 30 meter (Terminal)
Jumlah Lantai: 3 lantai (Terminal)
Klien/Pemilik: PT Angkasa Pura I
Perencana Basic Design dan Development Design
– Sisi Darat (Landside): PT Virama Karya
Perencanan Detail Engineering Design (DED)
– Sisi Udara (Airside): PT Nur Straits Engineering
Perencana Detail Engineering Design (DED)
– SisiDarat (Landside): PT Penta Rekayasa
Kontraktor Design & Build: PP KSO
Foto/Gambar: PP KSO

cplus-ad3