IN DESIGN

LRT City Urban Signature

Pembangunan proyek transportasi massal Light Rail Transit (LRT) yang sedang berjalan diharapkan dapat melayani wilayah Jakarta, Bogor, Depok, dan Bekasi (Jabodebek). Transportasi massal LRT ini menjadi salah satu solusi kemudahan mobilitas dan pengurai kemacetan di wilayah sub-urban tersebut. Tidak hanya itu, perencanaan fasilitas moda transportasi LRT ini juga disertai dengan rencana pembangunan kawasan transit-oriented development (TOD) di setiap stasiun LRT, yaitu LRT City.

LRT City merupakan kawasan hunian dan komersial terintegrasi yang memiliki koneksi langsung dengan sistem transportasi massal LRT. Proyek ini bertujuan untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi pada sektor properti yang didukung oleh transportasi massal yang terencana. Lokasinya yang strategis berada di sisi stasiun LRT ditargetkan kepada kaum sub-urban dan kalangan usia produktif untuk mendukung mobilitas kerjanya.

Dengan delapan prinsip TOD, yaitu connect, compact, densify, transit, mix, cycle, shift, dan walk, LRT City menerapkan pendekatan pengembangan kota yang bersifat kompak, mengadopsi tata ruang campuran (mixed-use), optimalisasi penggunaan transportasi massal, serta menghadirkan jaringan pejalan kaki dan sepeda. Pendekatan TOD pada LRT City diyakini dapat menciptakan ruang waktu, meningkatkan kualitas hidup yang selaras, serasi, dan seimbang bagi para penghuninya.

KONSEP URBAN LIFESTYLE
LRT City ini dapat diakses dengan mudah melalui Stasiun LRT Ciracas, Jakarta Timur. Lokasinya berada di antara jalur pengembangan transportasi massal LRT tahap 1 Cibubur-Cawang, serta terjangkau terminal Kampung Rambutan dan tol JORR yang berpotensi menjadi kawasan penunjang Stasiun LRT Ciracas. LRT City Urban Signature dapat menjadi pusat kawasan baru di Jakarta Timur dan sekitarnya.

LRT City Urban Signature mengusung konsep “Urban Lifestyle” yang diharapkan mampu memenuhi kebutuhan kaum urban yang identik dengan gaya hidup modern, dinamis, serba cepat, dan kreatif. Fitur yang ditonjolkan melalui konsep ini adalah green belt, ruang terbuka publik sebagai pusat aktivitas yang berada di tengah kawasan dan dikelilingi tower-tower apartemen. Green belt ini terdiri dari open plaza, retention lake, urban farming garden, jogging track, playground, sky garden, dan taman yang berfungsi sebagai area bersosialisasi antar penghuni.

DESAIN DAN MATERIAL
Tower apartmen ini didirikan di atas struktur podium dengan bentuk yang memungkinkan adanya fungsi campuran yang terdiri dari fasilitas umum dan fasilitas sosial sebagai pemenuh kebutuhan penghuni, pengunjung, dan masyarakat setempat. Pendekatan konsep TOD menciptakan desain kawasan yang komprehensif dan berkelanjutan.

Dari segi sosial, misi “new destination” menjadikan LRT City Urban Signature sebagai pusat pelayanan kawasan untuk kegiatan sosial bersama. Selain itu, kebutuhan sumber daya manusia untuk menjalankan fungsi kawasan memberdayakan masyarakat setempat. Ruang terbuka hijau yang mencukupi merupakan komitmen untuk mempertahankan daya dukung lingkungan kawasan. Zero run-off dan instrumen konservasi lingkungan juga diupayakan untuk diterapkan pada proyek ini.

Pada eksterior area komersial mal di lantai pertama hingga ketiga, material fasadnya didominasi oleh ACP dengan kombinasi material kaca shopfront tenant mall. Terdapat pula double fasad berupa second skin rangka baja lengkung yang juga ditutupi dengan ACP. Pada area parkir mal dan apartemen di lantai keempat hingga ketujuh, material eksteriornya didominasi oleh jalusi baja hollow dengan powder coating warna coklat kayu. Sementara itu, nuansa warna interior yang ditonjolkan pada area komersial bangunan ini adalah monokrom dan coklat kayu, dengan material lantai epoxy terrazzo warna abu-abu, kolom yang memanfaatkan warna beton, dan plafon dari WPC.

TANTANGAN DESAIN TOD
Pada tahap persiapan pelaksanaan pondasi, kondisi elevasi lahan relatif lebih rendah dan sering menjadi lahan tampungan air dari area sekitar. Tantangan ini diatasi dengan mengutamakan pembangunan infrastruktur saluran dan kolam resapan di dalam kawasan yang diharapkan dapat menjadi solusi dengan mengurangi hambatan genangan air pada saat konstruksi.

Selain itu, sebagai kawasan yang terintegrasi langsung dengan stasiun LRT, PT Adhi Commuter Properti dituntut untuk membuat sebuah masterplan kawasan yang memiliki konsep pendekatan TOD dengan mengutamakan kemudahan pejalan kaki dan perpindahan moda transportasi umum. Berdasar arahan tim ahli, RAW Architects yang menangani masterplan proyek ini mengubah bentuk massa bangunan dan masterplan secara signifikan supaya desain akhirnya dapat benar-benar mengakomodasi konsep tersebut.

DATA PROYEK
Nama Proyek: LRT City Urban Signature
Lokasi: Jalan Pengatin Ali No. 88, Ciracas, Jakarta Timur
Status Konstruksi: Penyelesaian pondasi dan pile cap tahap 1
Selesai: Maret 2021
Luas Tapak: 60.560 meter persegi; dibagi menjadi 3 tahap pembangunan
Luas Bangunan: Total ±257,953 meter persegi (Tahap 1: ±126.000 meter persegi; Tahap 2: ±125.000 meter persegi; Tahap 3: ±62.000 meter persegi)
Jumlah Lantai: 28 lantai (konstruksi)
Tinggi Bangunan: 99 meter
Jumlah Unit: Total 3.668 unit (Tahap 1: 1630 unit; Tahap 2: 1564 unit; Tahap 3: 474 unit)
Klien/Pemilik: PT Adhi Commuter Properti QQ PT Urban Jakarta Propertindo Tbk.
Konsultan Arsitektur: RAW Architects (untuk masterplan kawasan) & PT Indomegah (untuk desain tahap 1 dan 2)
Principal Architect: Realrich Sjarief (untuk masterplan) & Willy Suardi (untuk desain tahap 1 dan 2)
Konsultan Desain Interior: PT Indomegah
Principal Designer: Willy Suardi
Konsultan Sipil & Struktur: Atelier 6 Structure Consultant
Konsultan Mekanikal & Elektrikal: Metromedia Elmeka Engineering
Quantity Surveyor: PT Korra Antarbuana
Konsultan Lanskap: PT SheilsFlynnAsia
Kontraktor: PT Adhi Persada Gedung
Foto/Gambar: PT Adhi Commuter Properti