PROJECTS

Langit Senja Coffee

Industri coffee shop dan artisan coffee kini bangkit seiring dengan meningkatnya kebiasaan minum kopi di Indonesia. Coffee shop menjadi suatu tren lifestyle tersendiri, di mana orang dapat menikmati secangkir kopi sambil produktif bekerja, mengerjakan tugas, mencari inspirasi atau sekadar bersantai saja. Sebuah proyek coffee shop bernama Langit Senja menawarkan suasana ngopi di tengah naungan alam Salatiga yang asri.

TERAS YANG DINAMIS
Langit Senja Coffee merupakan sebuah coffee shop yang berada di tapak yang sangat asri dengan dominasi pepohonan durian. Tapak ini dulunya merupakan pabrik kertas Basuki Redo sehingga beberapa bangunan peninggalan pabrik lawas tersebut tetap dipertahankan karena memiliki proporsi bentuk yang baik dan nilai sejarah yang ingin tetap dijaga.

Awalnya, Ady Putra ditunjuk sebagai arsitek untuk merenovasi kawasan dan bangunan eksisting menjadi restoran, pabrik, dan penginapan owner. Setelah semua selesai, owner menghendaki pengembangan di area restoran dengan menambahkan sebuah teras untuk minum kopi, duduk santai, sekaligus menikmati lanskap.

Dalam proses pengolahan desainnya, Ady Putra memilih lahan yang berada di bagian lereng dengan interval ketinggian sekitar 10 meter dan menghadap ke bagian tengah tapak karena memiliki potensi view terbaik. Selain itu, pemilihan tapak ini diharapkan supaya desain teras dapat menjadi penghubung antara site di sisi atas dengan sisi bawah yang direspon dengan metode split level teras untuk menciptakan kesan dinamis dan mengalir melalui tiga level teras.

DARI TERAS MENUJU COFFEE SHOP
Dalam perjalanannya, owner ingin menambahkan atap pada teras tersebut agar dapat tetap dipakai ketika hujan. Namun di tengah perjalanan desain, rencana pengerjaan atap tersebut terhenti karena muncul ide untuk membuat sebuah coffe shop kecil dengan rumah kaca untuk mengoptimalkan keindahan alam ke dalam bagunan. Selain itu, rumah kaca dipilih sehingga tidak menutup view restoran di belakangnya dan bangunan di sekelilingnya. Coffee shop ini direncanakan memiliki area indoor sebesar 20% dari total luas, serta dibuat mezanin untuk menghubungkan level teras di atas dengan level tengah.

Di sisi lain, kolom-kolom atap dari rencana pengatapan teras sebelumnya sudah terlanjur berdiri. Kolom-kolom tersebut kemudian dimanfaatkan sebagai penerangan teras di malam hari yang diselesaikan tanpa menimbulkan kesan janggal. Detail dan gaya desain ini dibuat sesederhana mungkin supaya dapat menyatu dengan alam dan tidak merusak lingkungan yang ada.

Ady Putra memperhatikan konteks lingkungan di Salatiga yang cenderung terbuka dengan alam dan keasriannya. Tim arsitek mempertimbangkan bagaimana proyek ini dapat menghargai alam dengan tetap mempertahankan 3 pohon eksisting yang menembus beberapa bagian Langit Senja. Akhirnya, dipilih material kerawang, karena kebutuhan renovasi yang cepat dan adanya kesinambungan di semua bangunannya.

Langit Senja didesain tanpa memakai gambar kerja karena waktu pengerjaan yang singkat dan ada beberapa kali perubahan rencana proyek. Dalam perjalanannya, banyak ide dan perubahan rencana yang mendorong arsitek untuk memberikan respon yang cepat. Pengembangan permintaan yang datang sporadis dan perkembangannya di lapangan terjadi berkesinambungan.

ALAM SEBAGAI FOCAL POINT
Proyek Langit Senja menitikberatkan keindahan pepohonan yang menaunginya. Ady Putra menciptakan beberapa seating level berbeda yang membuat feel dan cara duduk tiap level berbeda pula. Terdapat pula Island Coffee Bar, di mana pengunjung dapat mengelilingi dan berintekasi dengan barista. Focal point-nya terletak pada massa berupa box kaca yang berfungsi sebagai bar tempat membuat kopi dan area indoor.

Semua orang, tanpa terkecuali, akan menyukai keindahan dan kekayaan alam, tanpa harus menampilkan desain interior yang berlebihan. Langit Senja menyediakan ruang terbuka yang dinamis sehingga pengunjung dapat menikmati tapak yang cantik dalam balutan keindahan alam sebagai sebuah interaksi utama.

DATA PROYEK
Nama Proyek: Langit Senja Coffee
Lokasi: Jalan Canden No.18, Kel. Kutowinangun Kidul, Kec. Tingkir, Salatiga, Jawa Tengah
Selesai: 2019
Luas Area: 3 hektar
Luas Bangunan: Indoor – 90 meter persegi, outdoor – 250 meter persegi
Jumlah Lantai: 3 lantai (9,25 meter)
Klien/Pemilik: Lenawati Pudjoastuti
Konsultan Arsitektur: Ady Putra Architect
Principal Architect: Ady Putra
Konsultan Desain Interior: Ady Putra Architect
Principal Designer: Ady Putra
Konsultan Sipil & Struktur: PT Jasa Mitra Kontraktor
Konsultan Mekanikal & Elektrikal: Terang Sejahtera
Interior Fit-Out Contractor: Forme
Kontraktor Utama: PT Jasa Mitra Kontraktor
Foto/Gambar: Ady Putra

cplus-ad3