NEWS & EVENTS ONLINE EXCLUSIVE

JKT Living Star Sambut Tren Baru Pembangunan Properti di Jakarta

Banyak pengamat yang menilai bahwa pasar properti di Jakarta tahun 2019 ini melesu. Namun, kondisinya berubah pada semester II tahun 2019 yang membuat para pengembang kembali percaya diri. Penyebab utamanya adalah isu global, terutama domestik, sudah mereda.

Anton Sitorus selaku Direktur Riset dari Savills Indonesia menganalisa bahwa tingkat penjualan properti di Jakarta memang sempat tertahan selama tiga bulan pertama tahun ini menjadi 58%, dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu sebesar 67%. Hal itu juga berdampak pada koreksi harga yang terjadi untuk apartemen di kelas atas. “Selanjutnya, tingkat penjualan akan kembali tumbuh secara bertahap,” jelasnya.

Hal ini sejalan dengan pergeseran tren pembangunan properti dari barat ke timur Jakarta seiring dengan pertumbuhan industri dan populasi yang terus meningkat. Dari koridor timur Jakarta, PT Sindeli Propertindo Abadi yang merupakan anak usaha Beijing Wuzhou Group, telah memulai pembangunan proyek perdana superblok JKT Living Star. Properti ini optimistis mampu menyasar generasi milenial dan masyarakat kelas menengah, yang terdiri dari 6 tower apartemen setinggi 28 lantai yang meliputi 3.648 unit.

Pihak pengembang semakin optimis karena rencananya akan ada dua infrastruktur baru yang tersambung, yakni MRT dan LRT. Para penghuni akan dapat menggunakan stasiun terdekat, yaitu Stasiun Lenteng Agung. Sementara bagi pengguna LRT, dapat menggunakan stasiun Kampung Rambutan/Ciracas. — Construction+ Online

cplus-ad3