Guang Ji Center

Setiap umat beragama pasti akan mempercayai dengan apa yang dianutnya. Dalam kepercayaan umat Buddha Meitreya, untuk mencapai kestabilan dan kesempurnaan hidup, maka umatnya harus melalui proses dari masa ke masa. Mulai dari masa pembentukan, pertumbuhan dan pertahanan. Dari kepercayaan ini, HB Architeam selaku tim arsitek merepresentasikan ke dalam hirarki masa bangunan yang berada di kawasan Vihara Guang Ji Center.

HIRARKI MASSA BANGUNAN
Berada di lahan yang dikelilingi jalan pada keempat sisinya, menjadikan proyek Guang Ji Center harus mengurangi luas bangunannya guna kepentingan garis sempadan. Namun, hal tersebut menjadikan HB Architeam untuk bereksplorasi lebih banyak dalam proyek ini. Dengan memegang erat enam aturan rumah tangga yang dipercaya umat Buddha Meitreya, proyek ini mampu mencerminkan umatnya baik dari segi fungsi maupun fisik bangunan.

Ketinggian massa ditata mulai dari asrama hingga vihara. Secara runtut, kawasan ini memiliki asrama yang dikelilingi taman, sekolah untuk menempuh ilmu dengan berbagai fasilitas, aula sebagai sarana sosial, dan vihara sebagai tempat paling suci untuk beribadah. Selain dalam aula, sarana sosial yang dapat ditampung pada kawasan ini berada di taman pendidikan yang dapat dinikmati oleh pengunjung umum maupun pengunjung vihara. Dari runtutan tiap fungsi massa bangunan, tampak secara gamblang adanya hirarki yang dimasukkan dalam desain bangunan ini.

ATAP ‘LONCENG’
Selain mempercayai proses kehidupan, umat Buddha Meitreya juga memiliki enam aturan rumah tangga yang dipegang teguh, yakni minum air ingat sumbernya, menghormati guru mengutamakan Tao, menjunjung atasan mengayomi bawahan, menghormati yang tua mengutamakan yang bijak, mematuhi aturan tata krama ke-Buddha-an, dan mengenang jasa leluhur.

Enam aturan ini dituangkan dalam bentuk lonceng pada atap bangunan yang menyerupai bentuk angka enam dalam bahasa mandarin. Lonceng sendiri dinilai memiliki fungsi yang sama dalam gereja yang diletakkan pada tempat tertinggi.

Material yang digunakan pada atap bangunan ini terbuat dari genteng keramik dengan finishing cat kuning. Warna kuning dalam proyek ini hampir mendominasi bangunan, karena warna ini merupakan simbol kebijaksanaan. Sedangkan nilai-nilai budaya dalam bangunan diwujudkan melalui relief yang ada dengan material GRC.

Yayasan Guang Ji di Indonesia adalah sebuah wadah yang memungkinkan HB Architeam untuk berkarya secara nyata bagi kemanusiaan. Proyek ini menjadi rumah, komunitas, serta pusat kehidupan bagi umat Buddha Meitreya dengan pedoman enam aturan rumah tangga yang menjadi bukti konkrit bagi pelaksanaan kebutuhan di masyarakat. Selain diperuntukkan bagi umat Buddha sendiri, proyek ini kelak menjadi tempat yang terbuka untuk masyarakat yang sekadar ingin berkunjung. Tidak hanya itu, vihara ini juga diharapkan akan mampu memberikan pelajaran nilai-nilai moralitas yang dianut umat Buddha Meitreya.

DATA PROYEK
Nama Proyek: Guang Ji Center
Lokasi: Jl. Royale Boulevard, Cengkareng Timur, Jawa Barat
Selesai: 2021
Luas Area: 41.804,3 meter persegi
Luas Bangunan: 97.440,2 meter persegi
Jumlah Lantai Bangunan: 3-10 lantai
Jumlah Ruang: 294
Klien/Pemilik: Yayasan Guang Ji Indonesia
Konsultan Arsitektur: HB Architeam
Principle Architect: Herwin Bunjamin
Konsultan Interior: HB Architeam
Foto/Gambar: HB Architeam

cplus-ad3