PROJECTS

Graha Lakon Wonoasri

Graha Lakon Wonoasri merupakan proyek kantor kontraktor yang lahir dari ketertarikan owner terhadap karya-karya Andyrahman Architect terdahulu. Permintaan klien cukup sederhana, yaitu ingin memilliki kantor yang sama dengan Studio Andyrahman Architect dengan penggunaan bata dan jendela-jendela kayu tua pada desain proyek ini. Untuk merealisasikannya, tim arsitek bekerja sama dengan owner yang berprofesi sebagai kontraktor dan tukang yang pada akhirnya memberikan perspektif baru mengenai skill ketukangan.

LARAS-KONTRAS, LAWAS-KONTEMPORER
Terletak di tengah-tengah perkampungan penduduk dan tidak jauh dari area persawahan di Madiun, Jawa Timur, nama Graha Lakon sendiri terdiri dari dua kata yang berasal dari bahasa Jawa yang memiliki arti pemeran utama. Sejak awal, klien mengoleksi kayu-kayu etnik dan ingin dijadikan sebagai elemen arsitektural utama pada desain.

Klien juga mengatur dan menata penggunaan furnitur untuk kantornya sendiri dengan tetap mempertimbangkan arahan Andy Rahman sebagai arsitek untuk mewujudkan konsep Graha Lakon, yaitu laras-kontras, lawas-kontemporer atau harmony-contrast, old-fashioned-contemporary. Jika dilihat dari sisi eksterior, elemen kontras terlihat kentara, namun juga akan tercipta harmoni dari penataan dan perpaduan antara bata dan panel kayu etnik. Selain itu, juga dapat dilihat dari tatanan elemen yang acak pada materialnya.

Konsep paradoks antara laras-kontras dan lawas-kontemporer digali pada desain kantor ini. Laras-kontras dapat dilihat pada tatanan tidak teratur antara elemen material kasar dan halus. Sedangkan, lawas-kontemporer ditunjukan pada tatanan penggunaan elemen dekoratif pintu gebyok dengan dinding yang sederhana dan furnitur antik pada nuansa interior modern.

PEMBAGIAN ZONA PUBLIK DAN PRIVAT
Proses desainnya memakan waktu selama 3 bulan, sedangkan konstruksi bangunan selesai dalam waktu 10 bulan. Komunikasi antara klien dan arsitek merupakan kunci sukses terbangunya proyek ini, karena proses pembangunan dan konstruksi proyeknya dilakukan tanpa pengawasan arsitek pada site secara langsung, melainkan melalui pesan online. Kendati demikian, klien dapat memahami dengan baik apa sehingga desainnya tetap sesuai dengan apa yang diharapkan arsitek.

Bentuk dasar Graha Lakon adalah sebuah kubus yang sudah memiliki konstruksi eksisting sebelumnya, yang kemudian dibagi menjadi area publik dan privat. Pada lantai pertama digunakan sebagai area publik dan semiprivat. Area ini terdiri dari meja penerima (receptionist), area tamu, area makan, dapur, dan halaman rumah. Sedangkan, pada lantai kedua digunakan sebagai area privat yang terdiri dari ruang staf, ruang direktur, ruang pertemuan, dan musholla. Kedua zona tersebut dihubungkan oleh inner court.

Pengalaman tukang menjadi salah satu kendala dalam proses pembangunan, terlebih karena proyek ini tidak berada di kota besar. Sedikit tukang yang memiliki pengalaman bekerja sama dengan arsitek sehingga proses pembangunannya pun memakan waktu yang lebih lama. Pada proyek ini, arsitek juga diuntungkan oleh owner yang merupakan kontraktor dan paham dengan kondisi lapangan.

PERAN KETUKANGAN
Seperti pada kebanyakan karya Andy Rahman, desain proyek ini memiliki konsep ketukangan nusantara. Andy Rahman selalu melakukan percobaan penggunaan material pada desain-desainnya yang tidak lepas dari peran ketukangan yang ada di nusantara. Bata, beton ekspos, dan jendela-jendela kayu tua adalah material-material yang diinginkan owner untuk desain kantornya. Material-material tersebut mengingatkan owner akan nuansa rumah masa kecilnya sehingga Graha Lakon memiliki desain yang sesuai dengan konteks bangunan sekitarnya.

Peran skill ketukangan dilibatkan dalam proses desain proyek ini sehingga sangat besar pengaruhnya dan dapat menjadi partner kolaborasi utama. Arsitek bukan lagi satu-satunya yang memiliki peran dalam desain, akan tetapi juga harus berkeinginan untuk sama-sama belajar hal baru dari tukang yang lebih memahami konteks lapangan.

Material yang diinginkan berupa tatanan tidak teratur akan tetapi tetap selaras dan juga harmoni antara bata, elemen kontemporer berupa beton, kaca, dan besi, serta kayu-kayu etnik tua. Semua itu ditonjolkan dan diselaraskan sehingga menjadi sisi menarik dan estetik pada desain Graha Lakon Wonoasri.

DATA PROYEK
Nama Proyek: Graha Lakon Wonoasri
Lokasi: Wonoasri, Madiun, Jawa Timur
Selesai: Februari 2018
Luas Area: 81,1 meter persegi
Luas Bangunan: 143 meter persegi
Jumlah Lantai: 2
Tinggi Bangunan: 8,85 meter
Jumlah Ruang: 7-8 ruang
Klien/Pemilik: David Ferdian
Konsultan Arsitektur: CV Andyrahman Architect
Principal Architect: Andy Rahman
Konsultan Desain Interior: CV Andyrahman Architect
Principal Designer: Imam Prasetyo & Muhammad Ubay
Konsultan Sipil & Struktur: CV Attaraya Jaya Perkasa
Konsultan Arsitektur Lanskap: CV Andyrahman Architect
Kontraktor Utama: CV Attaraya Jaya Perkasa
Foto/Gambar: Mansyur Hasan

cplus-ad3