STUDENT FEATURE

Denseaty

LATAR BELAKANG
Permukiman terapung Makoko berdiri di atas laguna Lagoon, Nigeria. Kawasan ini dikenal sebagai permukiman kumuh terapung terbesar di dunia yang dihuni oleh lebih dari 85 ribu jiwa. Setiap tahunnya, populasi permukiman nelayan di belahan benua Afrika ini terus bertambah seiring dengan meningkatnya urbanisasi.

Peningkatan populasi diikuti dengan ekspansi pada kawasan permukimannya, sehingga kawasan permukiman kumuh Makoko menjadi semakin padat. Kepadatan ini disertai dengan berbagai permasalahan air bersih, limbah, listrik, infrastruktur, kesehatan, hingga ancaman bencana, yang dapat terjadi sewaktu-waktu. Jika berbagai permasalahan ini tidak segera ditangani secara tepat, Makoko dapat menjadi model kawasan kumuh yang dapat mengancam kehidupan manusia dan kekayaan biodiversitas yang ada di sekitarnya.

KONSEP VERTIKALITAS
Berangkat dari latar belakang tersebut, Denseaty hadir sebagai solusi berbagai permasalahan urban di Makoko melalui konsep hunian vertikal terapung. Dari aspek penggunaan ruang,  Denseaty mencoba mentransformasikan permukiman terapung horizontal menjadi vertikal dengan kategori ketinggian low rise.

Vertikalitas Denseaty berperan untuk mereduksi intervensi permukaan kawasan permukiman yang berada di area perairan. Dengan demikian, persentase ruang terbuka dapat semakin luas. Penataan ruang secara vertikal ini juga bertujuan untuk memperjelas segmentasi ruang pada hunian secara menyeluruh dengan menghadirkan berbagai fungsi ruang tinggal yang kompak. Beberapa ruang yang dihadirkan pada konsep ini meliputi area hunian privat, area komunal, dan area komersial.

SISTEM BANGUNAN
Denseaty memiliki fokus pada aspek sistem bangunan. Penerapan fokus ini meliputi sistem air bersih, sistem energi, dan upaya resiliensi terhadap bencana, khususnya banjir.

Sumber air bersih pada Denseaty berasal dari laguna yang juga merupakan tapak permukiman terapung ini. Air dari laguna dipompa ke upper tank untuk diproses pada sistem distilasi atau penyulingan sebelum akhirnya dialirkan ke tangki-tangki yang ada pada setiap unit hunian.

Karena merupakan hunian vertikal lebih dari empat lantai, transportasi vertikal pada Denseaty menggunakan elevator. Dalam upaya memanfaatkan potensi energi di sekitar tapak, supply air laguna diolah dan dikonversikan menjadi energi hidrolik untuk operasional elevator.

Sebagai permukiman terapung, banjir menjadi bencana yang dapat melanda sewaktu-waktu. Sebagai antisipasi, ruang pada tapak laguna yang tercipta karena transformasi vertikalitas Denseaty dimanfaatkan untuk menanam tanaman bakau sebagai bentuk proteksi alami terhadap banjir. Selain berfungsi untuk menahan arus perairan, tanaman bakau juga dapat menghadirkan habitat bagi berbagai macam biota laguna.

MENINGKATKAN KUALITAS HIDUP MANUSIA
Denseaty menjadi sebuah solusi permukiman yang layak huni bagi berbagai kalangan yang memiliki keterbatasan ruang hunian. Dengan konsep vertikalitas Denseaty, permukiman terapung di Makoko diharapkan dapat memiliki tingkat livability yang lebih baik.

Lebih dari itu, kompleksitas Denseaty diharapkan dapat berdampak positif pada kualitas dan pola hidup manusia dalam menghadapi tantangan waktu dan perubahan alam. Tidak hanya berlaku di Makoko, konsep Denseaty diharapkan dapat diterapkan di permukiman-permukiman terapung di berbagai belahan dunia.

DATA PROYEK
Nama Proyek: Denseaty
Lokasi: Makoko, Nigeria, Afrika
Kompetisi: International Student Design Competition, Council on Tall Buildings and Urban Habitat (CTBUH) 2019
Penyelenggara: Council on Tall Buildings and Urban Habitat (CTBUH)
Penghargaan: Juara 2
Tim Desain: Maria Vika, Gilang Pidianku, Kurniawan Abed Nego Putra, Christian Pratama Putra
Universitas: Universitas Atma Jaya Yogyakarta
Pembimbing: Trias Mahendarto, S.T., M.Arch.

  • This field is for validation purposes and should be left unchanged.