INTERIORS

Cocowork Coworking Space

Beberapa tahun belakangan, kebutuhan akan ruang kolaboratif untuk mengakomodir remote working semakin meningkat. Salah satu tuntutan fasilitas remote working yang banyak diminati adalah ruang kerja yang santai dan dinamis berupa coworking space. Berlokasi di Menara BTPN, Jakarta Selatan, Cocowork Coworking Space menjadi salah satu coworking space yang paling premium di Indonesia.

KONSEP ‘THE MOST’
Saat ini, coworking space menjadi pusat komunitas dan produktivitas yang menawarkan konektivitas jaringan dan peluang besar untuk bertemu dengan orang lain dari berbagai sektor dan latar belakang. Sebagai sebuah coworking space, Cocowork ingin menjadi yang terbaik di antara kompetitornya. Dengan desain yang mengikuti perkembangan zaman, Cocowork diharapkan dapat mengakomodir para millennials user dengan mempertimbangkan kesesuaian lokasi SCBD yang terkenal premium.

Konsep utama yang diusung oleh Delution pada coworking space ini adalah ‘The Most’. Konsep pertama adalah ‘Most Emotional Feelings’ yang diaplikasikan dengan menerapkan zona warna berdasarkan aspek psikologis sesuai dengan alur dan jenis kegiatan. Warna yang digunakan adalah kuning, hijau, dan biru untuk menunjang aktivitas bekerja dari alam bawah sadar. Lobby utama berada di zona kuning yang memiliki ambience ceria, energik, dan optimis untuk memberikan semangat.

Ada pula area hijau yang merupakan area pantry dan breakout sebagai tempat istirahat dan bersantai yang selaras dengan warna hijau yang mencerminkan kesegaran, relaksasi, ketenangan, dan kedamaian. Area dominan berada pada zona biru yang mengakomodir area coworking dan calling box yang mencerminkan kecerdasan dan kepercayaan diri.

Konsep kedua adalah ‘Most Spacious Green Interior’ yang diaplikasikan dengan gaya desain yang transparan dan see-through. Material yang digunakan adalah kaca dan partisi non-solid pada beberapa bagian. Seluruh dinding core bangunan di-finishing dengan cermin sehingga pantulan cahaya matahari dapat jatuh sempurna dan merata ke seluruh area. Hal ini juga membuat area ini terasa dua kali lipat lebih besar.

Konsep terakhir adalah ‘Most Collaborative Spots’ yang dapat digunakan user untuk berkerja dan berdiskusi bersama hampir di setiap sudut dan area di Cocowork. Delution juga mendesain furnitur yang multifungsi dan multiposisi sehingga para user bebas menentukan sendiri gaya bekerjanya.

INDUSTRIAL LOOK YANG KENTAL
Proses desainnya cukup cepat, karena timeline yang diberikan tergolong padat. Sulitnya proses pelaksanaan disebabkan oleh faktor lokasi yang berada di gedung yang cukup tinggi sehingga mobilisasi barang menjadi faktor penentu. Selain itu, pekerjaan hanya bisa dimulai pada malam hari setelah jam kantor. Untuk mengatasi situasi tersebut, Delution mengatur kordinasi yang ketat, selain juga membagi pekerja lapangan menjadi dua shift agar manpower-nya lebih optimal.

Material dengan tema industrial banyak dipergunakan pada proyek ini. Ada juga beberapa substitusi material, seperti lantai acian yang diganti dengan vinyl motif acian, karena pertimbangan durability dan waktu pemasangan yang lebih cepat. Focal point materialnya terletak pada penyusunan besi-besi yang membuat industrial look menjadi sangat kental, apalagi ditambah beberapa motif kayu yang cukup banyak digunakan.

Focal point yang ingin ditonjolkan adalah space yang kreatif dan kolaboratif, tetapi mengusung green design. Pemilihan tema ‘most emotional feelings’ juga memudahkan user menemukan lokasi kantor, karena metoda pembagian zonanya.

Fasilitasnya cukup lengkap dengan area collaborative space yang tersebar di seluruh sudut ruang. Tidak hanya ruang meeting, tetapi ada juga ruang aula besar, game room, pantry yang cukup besar, dan berbagai macam space kerja yang dapat digunakan sambal tiduran, duduk dan juga berdiri yang membuat space kantor ini dapat digunakan sefleksibel mungkin sesuai dengan kebutuhan penggunanya.

DATA PROYEK
Nama Proyek: Cocowork Coworking Space
Lokasi: Menara BTPN, Jakarta Selatan
Selesai: 2018
Luas Area: 1.600 meter persegi
Klien: Jenius x Cocowork
Interior Design Firm: Delution
Principal Designer: Muhammad Egha, Hezby Ryandi & Fahmi Desrizal
Kontraktor: CRI (PT Konstruksi Revolusi Indonesia)
Foto/Gambar:
Fernando Gomulya

cplus-ad3