PROJECTS

CIBIS Nine at CIBIS Park

Lingkungan kerja yang baik bukan hanya datang dari satu perusahan tempat kita bekerja saja, namun dapat juga hadir dari bangunan, bahkan area tempat kita bernafkah. Tidak banyak gedung perkantoran yang menyediakan fasilitas yang menunjang iklim bekerja sehat dan berkelanjutan tersebut. CIBIS Nine at CIBIS Park di TB Simatupang, Jakarta Selatan merupakan salah satu dari sedikit gedung perkantoran yang menawarkan filosofi berharga yang dikemas dengan aspek-aspek Green yang kuat.

CIBIS Nine hadir adalah untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas dengan meningkatkan keterlibatan klien untuk menciptakan keseimbangan kerja dan kehidupan yang lebih baik. Bhumyamca Sekawan selaku pemilik dari gedung ini memiliki aspirasi dan komitmen yang kuat untuk menciptakan komunitas bisnis yang baik bertaraf internasional. Implementasinya mulai dari penunjukkan konsultan desain bangunan yang ramah lingkungan, pemakaian teknologi-teknologi baru, ide-ide segar hingga konsep-konsep yang berkelanjutan.

KONSEP WORK-LIVE-PLAY
Menunjuk konsultan arsitektur Broadway Malyan yang bekerja sama dengan Arkonin selaku local architecture firm, bangunan perkantoran ini menciptakan lingkungan bisnis dengan menyediakan lingkungan kerja, hidup, dan bermain dalam satu kawasan. Areanya sendiri meliputi lahan seluas 12 hektare, di mana nantinya CIBIS Park akan diisi oleh berbagai fungsi, selain hanya kantor saja, seperti hotel bisnis, ritel, fasilitas konferensi, tempat rekreasi, gedung pernikahan hingga dua menara apartemen eksklusif.

Konsep desain yang mengacu pada pendekatan work-live-play itu diterapkan di proyek ini dengan gaya hidup ala kampus. Konsep ini dikemas dan terintegrasi dengan nilai-nilai konektivitas dan efektivitas yang lebih baik, selain juga mendukung semangat komunitas dan kolaborasi. Untuk itu, dihadirkan ruang bersama yang fleksibel dan berbasis keanggotaan.

Pendekatan lingkungan dan kenyamanan pengguna dimunculkan lewat desain yang mempertimbangkan pembebasan lebih banyak lahan untuk ruang publik, salah satunya dengan memindahkan tempat parkir ke bawah tanah. Dengan tempat parkir kendaraan bermotor yang diletakkan di bawah tanah, lahan terbuka di atasnya menjadi tempat yang nyaman bagi orang untuk berjalan kaki atau bersepeda.

Kawasan CIBIS Park diperkuat dengan kehadiran semacam “Central Park” yang terinspirasi dari konsep perencanaan alun-alun. Tujuannya adalah memberikan kesan yang menyenangkan dari sisi hiburan dan interaksi sosial dalam pengembangan lingkup bisnis itu sendiri.

ADOPSI KONTEKS DAN BUDAYA LOKAL
Nilai-nilai setempat bukan saja diterapkan sebagai aksen, tetapi meliputi konsep lanskap dan nuansa desa yang terdapat di Indonesia dan juga secara internasional. Untuk menghadirkan ruang publik yang luas, CIBIS Park mengartikulasikannya lewat lanskap yang didesain dengan sangat baik di depan Tower 9 yang dapat dipakai untuk berbagai acara oleh umum. Inti dari desain ini adalah kawasan alun-alun yang akan mencakup pohon beringin dan elemen air yang akan membantu mendinginkan area ini.

Broadway Malyan berusaha memberi keseimbangan pada pembangunan tahap utama CIBIS Nine, untuk menggabungkan gedung perkantoran bergaya internasional dan memadukannya dengan budaya lokal di Indonesia. Mereka percaya bahwa ketika bangunan dirancang tanpa mempertimbangkan konteks lokal, maka sangat sulit untuk memberikan sesuatu yang sesuai untuk lingkungan. Tidak heran jika semua karya seni yang dipasang di gedung ini pun berasal dan diproduksi oleh seniman lokal, seperti lukisan kontemporer batik karya Darmana HS, bangku rotan dari Cirebon, serta karya seni kaca karya Ron Seivertson dari Ubud, Bali.

Respon CIBIS Nine terhadap lingkungan setempat juga terlihat dengan perletakkan orientasi arah bangunan (timur dan barat) dan adopsi pola rotan vernakular Indonesia ke bidang tiga dimensi. Pola keterikatan (interweaving) antara solid-void  tersebut sengaja dimanfaatkan untuk menyaring paparan matahari sambil meminimalkan efek silau akibat refleksi yang mungkin ditimbulkan dari bukaan gedung. Melalui manifestasi pola rotan pada artikulasi massanya, sky garden vertikal juga diciptakan untuk mensinkronisasikan karakter hijau alun-alun pusat sebagai bagian dari identitas gerbang selatan ke CIBIS Park.

KOMITMEN DESAIN YANG BERKELANJUTAN
Sisi hijau bangunan dan kawasan ini hadir dari banyak faktor, sekaligus mendukung program keberlanjutan yang digagas pemerintah pusat dan Jakarta. Ruang terbukanya mencapai 45% dari kawasan yang tersedia. Dengan mengacu sertifikasi LEED platinum, CIBIS Nine juga memastikan bahwa biaya operasional gedung menjadi lebih ekonomis.

Fasilitas yang terdapat di CIBIS Nine juga mengacu pada aspek-aspek keberlanjutan. Selain terdapat sky balcony, roof garden, dan area parkir para pemakai sepeda, kawasan CIBIS Park juga menyediakan walkway yang lebih luas (4 meter) dari biasanya bagi pedestrian dan pesepeda. Selain itu, semua area sudah mengadopsi prinsip-prinsip desain universal, yakni pengaplikasikan ramp di seluruh area berundak dan lift yang dapat dipergunakan oleh kaum difabel. Untuk mengurangi pemakaian kendaraan bermotor pribadi, CIBIS Park juga menyediakan shuttle bus yang terhubung ke dan dari titik-titik transportasi umum di sekitarnya.

CIBIS Park sendiri adalah pengembangan bisnis berkelanjutan yang sesuai dengan standar hijau terkini untuk desain kantor dan komunitas baru. Pendekatan berkelanjutan ini memengaruhi semua bidang desain pada tingkat ekonomi, lingkungan, dan sosial. Implementasinya bisa terlihat dan terasa dari desain ruang terbuka dengan sistem drainase berkelanjutan dan pemanfaatan vegetasi asli; penggunaan permukaan yang permeabel untuk meresapkan air hujan; pemanfaatan tanaman air dan berbagai substratnya yang bertindak sebagai pembersih sekaligus memperindah kawasan; pengurangan penggunaan kendaraan bermotor dengan mempromosikan pergerakan pejalan kaki yang nyaman di seluruh lokasi melalui koridor ekologis; pengelolaan air hujan yang terintegrasi dengan pengumpulan, pemurnian penyimpanan, dan infiltrasi lewat pertimbangan strategi energi alternatif kawasan setempat.

CIBIS Nine at CIBIS Park yang menerapkan konsep bangunan kantor canggih dengan ruang terbuka yang luas dan indah, fasilitas yang sangat baik, dan lokasi yang ideal menjadi salah satu tempat berkantor paling menarik dilihat dari sisi bangunan yang berkelanjutan. Tidak hanya itu, proyek ini juga diharapkan dapat menumbuhkan tempat kerja yang tidak hanya berwawasan lingkungan, tetapi juga berkelanjutan secara ekonomi dan sosial.

DATA PROYEK
Nama Proyek: CIBIS Nine at CIBIS Park
Lokasi: Jl. TB Simatupang No. 2, Jakarta Selatan
Luas Tapak: 12 hektare
Luas Bangunan: Gross Floor Area: ±430.000 meter persegi
Semi Gross Area: ±370.000 meter persegi
Jumlah Lantai: 7 hingga 23 lantai
Tinggi Bangunan: 125 meter
Pemilik/Klien: PT Bhumyamca Sekawan
Konsultan Arsitektur: Broadway Malyan & Arkonin
Principal Architect: Ian Simpson, Radhie Alfha & Tanushree Saha
Konsultan Design Interior: Aedas
Konsultan Sipil & Struktur: TTW Indonesia
Konsultan Mekanikal & Elektrikal: Floth Indonesia
Quantity Surveyor: WTP
Konsultan Pencayahaan: Lumina
Konsultan Arsitektur Lanskap: Broadway Malyan
Konsultan Bangunan Hijau: ARUP
Kontraktor Utama: PT Waskita Karya
Interior Fit-Out Contractor: PT Tata Rekatama Bunindo
Foto/Gambar: Broadway Malyan & Bhumyamca Sekawan