IN DESIGN

Bandara Singkawang

Singkawang merupakan salah satu kota yang berada di provinsi Kalimantan Barat. Kota kecil ini memiliki keragaman etnis, yakni Tionghoa, Dayak, dan Melayu (Tidayu) yang dapat hidup bersama dengan harmonis. Keragaman etnis Tidayu menciptakan keragaman dan akulturasi budaya melalui seni dan peninggalan arsitektur yang menjadikan kota Singkawang potensial sebagai salah satu destinasi pariwisata di Indonesia.

Meski demikian, akses menuju Singkawang memakan waktu selama kurang lebih tiga jam perjalanan darat dari Pontianak yang merupakan ibu kota Kalimantan Barat. Akses yang relatif lama ini menjadi salah satu latar belakang akan didirikannya Bandara Singkawang yang didesain oleh arsitek ternama yang berasal dari Jakarta, yaitu PHL Architects. Kehadiran Bandara Singkawang nantinya diharapkan dapat membuka akses transportasi menjadi lebih mudah dan cepat.

GERBANG KOTA
Lokasi tapak Bandara Singkawang berada di kelurahan Pangmilang, Singkawang Selatan. Tapak ini memiliki kondisi lahan yang cenderung datar dan terdapat perkebunan sawit di sekitarnya. Pembangunan Bandara Singkawang terdiri dari beberapa tahap, di mana pada tahap pertama akan dibangun landasan pacu sepanjang 2.000 meter dengan panjang landas hubung 199 meter dan apron 160 meter. Pada tahap tersebut, Bandara Singkawang ditujukan untuk melayani pesawat jenis Boeing 737 800 NG.

Sebagai gerbang penyambutan dari sebuah kota, desain bandara perlu memiliki elemen yang merepresentasikan karakter daerah tersebut. Dengan kekayaan etnis yang ada, PHL Architects mentransformasikan keragaman etnis Tidayu untuk merepresentasikan Bandara Singkawang. Tidak hanya ditransformasikan, karakter ketiga etnis ini juga diangkat sebagai focal point desain Bandara Singkawang.

Bentuk massa bandara diadopsi dari ciri khas rumah panggung dari etnis Dayak. Bentuk massa rumah panggung itu kemudian digubah dengan konsep courtyard berupa area santai dan area hijau berciri khas Tionghoa secara tematik. Keseluruhan desain disempurnakan dengan atap berundak khas etnis Melayu yang memadukan karakter Tidayu secara keseluruhan.

APLIKASI MATERIAL DAN ORNAMEN LOKAL
Bandara Singkawang didesain menggunakan material lokal, seperti kayu dan batu alam. Pemilihan material ini merepresentasikan bangunan lokal di Singkawang secara umum. Ruang tunggu bandara yang dilengkapi dengan berbagai area komersial juga didesain dengan menerapkan konsep lokalitas etnis Tidayu. Area courtyard di tengah massa bangunan juga memungkinkan pengunjung untuk dapat bersantai sambil menikmati hijaunya tanaman.

Selain pemilihan material, ornamen khas Tidayu berupa ukiran juga diaplikasikan sebagai bagian penting dalam desain. Ornamen ukir diaplikasikan di beberapa sudut bandara sehingga dapat merepresentasikan kekayaan karakter kota secara detail sebagai pelengkap dekoratif yang informatif bagi pengguna bandara.

Kajian Bandara Singkawang sedang berlangsung bersamaan dengan proses perancangannya sehingga masih perlu berbagai revisi desain untuk menyesuaikan dengan kajian terbaru. Pembangunan dan pengembangan bandara Singkawang diharapkan akan membuka akses ke kota ini sehingga dapat menciptakan efek turunan bagi sektor pendukung pariwisata dan akhirnya menghidupkan perekonomian kota.

DATA PROYEK
Nama Proyek: Bandara Singkawang
Lokasi: Kelurahan Pangmilang, Singkawang Selatan
Selesai: 2021
Luas Tapak: 162 hektare
Luas Bangunan: 8.000 meter persegi
Jumlah Lantai: 1,5 lantai
Tinggi Bangunan: 16 meter
Klien/Pemilik: Pemerintah Daerah Singkawang
Konsultan Arsitektur: PHL Architects
Principal Architect: Hendy Lim & Patrick Lim
Foto/Gambar: PHL Architects