PROJECTS

Artotel Haniman Ubud

Winner: Lodging | Indonesia | BCI Asia Interior Design Awards 2019

Dari banyak tempat menawan di Bali, Ubud adalah salah satu kawasan yang kaya akan nilai-nilai budaya dan spiritual yang nyaris tidak berubah selama ratusan tahun. Tidak hanya menawarkan kehijauan hutan, persawahan, dan gunung, namun Ubud juga lekat dengan aroma seni tradisional yang berbeda dengan lokasi lain di pulau dewata. Wisatawan yang spesifik datang ke Ubud ditampung oleh resor dan hotel yang punya gaya berbeda dibandingkan dengan kawasan lain, dan ARTOTEL Haniman Ubud menawarkan sentuhan khas Bali yang dikolaborasikan dengan gaya hidup sehat dan seni yang lebih modern bagi mereka yang berjiwa muda.

SENI DALAM DESAIN
Proyek hotel ini berdiri di sebuah lahan kosong di pinggir Jalan Jatayu di kawasan Ubud, Bali yang tenang. Ditangani oleh Bitte Design Studio melalui tangan Seno Widyantoro yang merupakan rekan dari pemilik, ARTOTEL Haniman Ubud tetap memegang ciri khas label ARTOTEL yang lekat dengan sentuhan seni murni ke dalam desainnya. Untuk memperkuat unsur seni tersebut, seniman Kemal Ezedine dilibatkan untuk melukis mural pada fasad di sekitar kolam renang dan dinding kamar.

Ubud yang terkenal dengan atmosfer spiritualnya yang kuat diterjemahkan dengan sedkit berbeda melalui konsep desain hotel ini. Mengusung tema “hidden gem in Ubud”, hotel ini lebih mengangkat sajian art di setiap sudutnya. Secara garis besar, proyek ini memang tetap berpedoman pada kekhasan ARTOTEL. Namun, layanan personal dengan memberikan elemen kejutan bagi setiap tamu yang menginap di hotel ini sejak datang hingga check out menjadikan ARTOTEL Haniman Ubud berbeda dengan hotel ARTOTEL di kota lain di Indonesia.

HEALTHY LIFESTYLE
Ubud dan Bali juga menawarkan kekhasan yang ikut dimasukkan ke dalam elemen-elemen penting pada proyek hospitality ini. Secara kasat mata, tampak depan ARTOTEL Haniman Ubud ini hingga ke area lobby menggunakan unsur-unsur setempat, yakni pemanfaatan gebyok pada pintu masuk hotel yang dibuat sedemikian rupa sehingga sangat erat dengan rumah tradisional Bali. Hal ini diperkuat dengan pemasangan batu paras di tembok depan, selain juga penempatan patung-patung Bali, dan lukisan dari seniman lokal, Nyoman Gunarsa, di area lobby. Keunikan lain pada proyek ini yang juga menjadikan ARTOTEL Haniman Ubud berbeda dengan hotel-hotel sejenis adalah desain di tangga utama, area kolam renang, dan pada yoga space area.

Terdapat keunikan lain yang terdapat pada hotel ini, di antaranya tidak didesainnya lift pada bangunan tiga lantai ini, karena hotel ini mengedepankan area sehat dengan semboyan healthy lifestyle sehingga transportasi otomatis vertikal tidak diterapkan di sini. Hal unik lain adalah tidak adanya toilet umum di lantai lobby sehingga para tamu yang ingin ke kamar kecil harus menuju lantai 3. Hal-hal unik tersebut justru membuat ARTOTEL Haniman Ubud menjadi salah satu hidden gem yang memang dicari para wisatawan muda untuk singgah dan tinggal sambil menikmati kawasan Ubud yang sarat dengan aroma spiritual yang kuat.

DATA PROYEK
Nama Proyek: ARTOTEL Haniman Ubud
Lokasi: Jalan Jatayu, Ubud
Selesai: 8 Juni 2018
Luas Bangunan: 1.100 meter persegi
Jumlah Lantai: 3
Jumlah Kamar: 22
Klien/Pemilik: PT GBHH Global Dewata
Konsultan Arsitek: Bitte Design Studio
Principal Architect: Chrisye Octaviani, Agatha Carolina & Seno Widyantoro
Konsultan Desain Interior: Bitte Design Studio
Foto/Gambar: ARTOTEL Haniman Ubud

cplus-ad3