PROJECTS

ARTOTEL Gajahmada – Semarang

Grup ARTOTEL lewat barisan hotel-hotelnya yang selalu terinspirasi dari sentuhan tangan-tangan seniman nasional sudah hadir di berbagai kota besar di Indonesia. Pertama kali lahir di Surabaya, diikuti di ARTOTEL Thamrin Jakarta yang sangat ikonik, hotel-hotel lainnya lahir berturut-turut di Bali hingga Yogyakarta. Hotel terbaru dari grup ini hadir di ibu kota Jawa Tengah, Semarang. Didesain oleh konsultan arsitek ternama andramatin, ARTOTEL Gajahmada – Semarang mengedepankan filosofi desain modern yang bersinergi dengan nilai-nilai setempat.

ARTOTEL Gajahmada – Semarang dibangun di atas lahan yang sebelumnya terdapat rumah yang kerap tidak dihuni. Kontur tanahnya relatif datar dan padat, serta ditemukan banyak sumber air di dalamnya. Konsep desain yang diusung oleh andramatin berusaha menggabungkan tema modern dengan kearifan lokal daerah setempat, tentunya dengan tetap memasukkan sentuhan-sentuhan seni yang kuat, layaknya hotel-hotel ARTOTEL lainnya.

Dari depan, fasad hotel ini mencerminkan keunikan tersendiri yang akan menjadi salah satu ikon di Jalan Gajahmada. Konstruksi akses menuju lobi didesain dan dikerjakan sedemikian rupa sehingga tamu dapat menikmati interior dan ART Space Gallery sejak awal, bahkan sebelum masuk menuju area resepsionis.

SUMBANGSIH DERETAN SENIMAN
Sebagai hotel seni, ARTOTEL Gajahmada – Semarang juga melibatkan para seniman ternama Indonesia untuk turut serta memberikan sentuhan dekoratif pada interiornya. Seniman terkenal Eko Nugroho menghadirkan mural utama di area Fat Elephant Restaurant dengan mengangkat tema keberagaman dan dinamika Indonesia yang dituangkan dengan karya berjudul “Garden of Full Blooming Democracy #12” dalam warna-warna beragam yang menggambarkan harapan, impian, dan aspirasi yang selalu menyemangati warga Indonesia sebagai kesatuan bangsa.

Seniman Bunga Jeruk menampilkan karya seni yang memberikan intepretasi dunia yang penuh warna, kemudian digubah dengan hasrat tinggi untuk menjadikan rasa bahagia dengan berbagai karakter, komposisi, dan pilihan warna yang ditawarkannya. Sementara itu, Horestes Vicha menunjukkan keragaman elemen-elemen, yang disatukan untuk menerjemahkan kenyataan keseharian dalam simbol dan ikon visual.

Seniman Ummy Damas bercerita tentang konsep ekspetasi manusia terhadap rumah tinggal, di mana di sana terdapat keterikatan alami atas hunian yang nyaman untuk beristirahat dan rencana untuk hari esok yang lebih baik. Seniman Zaky Arifin menerapkan garis dengan tambahan tekstur dan bentuk-bentuk yang membuai mata. Terakhir, seniman Diela Maharani menampilkan karya dengan warna-warna cerah dan ceria yang datang dari imajinasi penuh mimpi dengan sentuhan misterius pada setiap karakternya.

PEDULI LINGKUNGAN
Hotel ini tidak hanya menampilkan deretan seniman untuk memperkuat sisi lokalitasnya, tetapi ARTOTEL Gajahmada – Semarang juga menekankan kepeduliannya terhadap lingkungan sekitar. Hal ini ditunjukkan melalui kebijakan untuk tidak menggunakan air dari sumur bawah tanah, membuat resapan-resapan air yang signifikan, serta mengoptimalkan pemanfaatan cahaya alami dari komposisi jumlah jendela di dalam aspek arsitekturalnya.

Dalam pengerjaannya, tim desain dan kontraktor menemukan adanya pasir karang saat mereka melakukan penggalian awal sedalam 10 hingga 15 meter. Padahal perlu diketahui bahwa tapak proyek ini terletak jauh dari garis pantai. Akibatnya kontraktor perlu memasang sheet pile dan mau tidak mau membuat proyek terpaksa mundur sekitar 3-4 minggu dari jadwal sebelumnya.

Tantangan lain yang juga menarik dalam proyek ini adalah dari sisi bujet di mana terdapat penyesuaian yang diakibatkan terjadinya upgrade material di tengah perjalanan proses konstruksi. Selain itu, terdapat tantangan atas keterbatasan area untuk menyimpan material-material MEP. Namun, semua kendala dan tantangan itu dapat diatasi lewat koordinasi yang baik antara setiap lini, termasuk operator hotel dan pemilik. Pada akhirnya, ARTOTEL Gajahmada – Semarang hadir dengan begitu mengesankan lewat konsep modern dan sekaligus menjadi salah satu ikon kota Semarang.

DATA PROYEK
Nama Proyek: ARTOTEL Gajahmada – Semarang
Lokasi: Jl. Gajahmada No. 101, Semarang
Selesai: 28 Mei 2019
Luas Tapak: 827 meter persegi
Luas Bangunan: 5.406 meter persegi
Jumlah Lantai: 12
Tinggi Bangunan: 50 meter
Jumlah Kamar: 80
Pemilik/Klien: PT Humana Demiatri Agung
Konsultan Arsitektur: andramatin
Principal Architect: Andra Matin
Tim Arsitek: Ethelind Laurencia
Aistyara Charmita
Konsultan Design Interior: andramatin
Principal Architect: Andra Matin
Tim Desain Interior: Fandy Gunawan
Martinus Anton Setyadji
Aistyara Charmita
Konsultan Sipil & Struktur: Hadi Jahja Associates
Konsultan Mekanikal & Elektrikal: PT Diaksa Pramana Wisesa
Quantity Surveyor: Arijani Widya
Konsultan Pencayahaan: andramatin
Konsultan Arsitektur Lanskap: Owning
Konsultan Bangunan Hijau: andramatin
Kontraktor Utama: PT Diaksa Pramana Wisesa
Interior Fit-Out Contractor: Hadi Jahja Associates
Foto/Gambar: ARTOTEL Group