IN DESIGN

ART-Mosphere: Maze Of Art And Nature Resort

Bandungan adalah salah satu kecamatan yang terletak di provinsi Jawa Tengah. Lokasinya berada di kaki Gunung Ungaran dengan ketinggian 1.200 meter di atas permukaan laut dengan udara yang sejuk, lingkungan yang asri, dan view yang indah. Dengan kondisi tersebut, Bandungan sangat nyaman untuk dijadikan tempat melepas penat dari kesibukan dan kebisingan kota untuk beristirahat sejenak.

Bersama dengan RAD+ar, PT Sinar Mulya Propertindo Semarang berupaya menghadirkan sebuah fasilitas resor untuk mengeksplorasi keindahan Bandungan melalui ART-Mosphere: Maze of Art and Nature Resort yang merupakan sebuah resor dengan konsep artisan vila and art space.

KONSEP ARTISAN VILLA AND ART SPACE
ART-Mosphere didesain untuk menciptakan suasana yang komprehensif bagi tamu dari berbagai kelompok usia. Sebagai klien yang memiliki spesialisasi pada bidang hospitality, PT Sinar Mulya Propertindo ingin menghadirkan pengalaman tematik yang berbeda dan menyatu dengan alam. Bandungan yang dikenal dengan atmosfer alamnya menginspirasi ART-Mosphere yang diharapkan akan menciptakan pengalaman ideal bagi mereka yang ingin berinteraksi dengan alam.

Konsep yang diusung pada proyek ini adalah ‘Art-Mosphere: Artisan Villa and Art Space’, sebuah kolaborasi kolektif antara RAD+ar dengan seniman di Jawa Tengah untuk menciptakan pengalaman kunjungan yang berbeda bagi tamu. Konsep ini lahir dari tujuan utama resor, yakni eksplorasi lingkungan alam yang asri. Konsep ini juga menawarkan sesuatu yang sudah ada, namun terkesan asing di kalangan masyarakat luas, yaitu komunitas seni.

TRANSFORMASI BENTUK, RUANG, DAN ALAM
Kompleks resornya dibagi menjadi dua bagian: massa utama dan unit vila. Massa utama terdiri dari lobby, galeri, sky bar, dan function hall. Sementara itu, unit vila didesain dengan grid sederhana untuk menciptakan efisiensi optimal pada kompleks resor.

Massa utama berada pada tapak berbentuk persegi yang ditansformasi menjadi dua massa bangunan berbentuk ‘L’. Gubahan massa ini bertujuan untuk menciptakan inner court di antara dua massa. Massa bangunan yang berada di area depan digunakan sebagai lobby, sementara massa lainnya digunakan sebagai galeri dan function hall.

Massa bangunan ini didesain dalam wujud kamuflase lingkungan alami yang menyerupai bentuk pot tanaman. Pengunjung dapat merasakan pengalaman berbeda dengan mengakses rooftop bar, sky lounge, dan pool. Fasadnya menggunakan material cor beton dengan finishing yang menyerupai kayu pada bangunan, serta curtain wall untuk merefleksikan bayangan vegetasi yang ada di sekitarnya.

MODUL KLASTER
Salah satu tantangan pada proses desain ini adalah tapak berkontur yang berseberangan dengan kebutuhan untuk mengoptimalkan jumlah unit vila yang tidak mengeksploitasi lingkungan. Untuk mengatasi tantangan tersebut, perlu dirancang suatu yang sesuai dengan kontur sehingga site yang digunakan tidak terlalu banyak. Untuk merespon kebutuhan tersebut, unit vila yang berada di belakang massa utama dioptimalkan dengan modul klaster. Sistem klaster diperoleh dengan membagi modul berukuran 12 meter × 27 meter menjadi 5 hingga 7 unit vila. Terdapat 9 modul yang akhirnya menciptakan 57 unit vila.

Klaster tersebut dipisahkan menjadi dua zona utama dengan konsep yang unik, yaitu area forest dan area floating. Zona forest menonjolkan berbagai macam vegetasi tropis yang menghadirkan pengalaman spasial ruang terbuka hijau bagi tamu. Di sisi lain, zona floating menghadirkan fitur air yang menaungi vila sehingga menciptakan kesan vila yang mengapung.

PENGALAMAN AKAN PETUALANGAN YANG UNIK
Art-Mosphere Resort didesain untuk mengekspresikan lanskap eksisting, selain juga didesain sebagai proyeksi area resapan air di area Bandungan Utara. Caranya adalah melalui kamuflase lingkungan berkontur, integrasi seluruh massa bangunan dengan green roof, dan koneksi dengan berbagai elemen alam yang dapat dinikmati oleh tamu.

Terdapat focal point yang ingin ditonjolkan pada proyek Art-Mosphere, yaitu Labyrinth of Artisan Villa. Tempat ini merupakan jalur menyerupai labirin yang menampilkan berbagai karya seniman Indonesia sebagai elemen dekoratif pencapaian perjalanan ke unit vila. Labirin tersebut terdiri dari sembilan material mengekspresikan raw finishing dari keseluruhan tapak. Labirin ini tidak hanya menyediakan karya seni dan ruang pameran, tetapi juga pengalaman akan petualangan yang benar-benar unik untuk sebuah resor melalui perpaduan seni, alam, dan teka-teki.

DATA PROYEK
Nama Proyek: ART-Mosphere: Maze of Art and Nature Resort
Lokasi: Bandungan, Jawa Tengah
Selesai: Maret 2020
Luas Area: 7.490 meter persegi
Luas Bangunan: 4.231 meter persegi
Jumlah Lantai: 2 lantai + mezzanine + basement
Tinggi Bangunan: 16 meter
Jumlah Ruang: 57
Klien/Pemilik: PT Sinar Mulya Propertindo
Konsultan Arsitektur: RAD+ar (PT. Reka Arstistik Dinamis)
Principal Architect: Antonius Richard & Partogi Pandiangan
Konsultan Desain Interior: RAD+ar (PT. Reka Arstistik Dinamis)
Tim Desainer: Antonius Richard, Partogi Pandiangan & Vicky Ellisa Putri
Konsultan Sipil & Struktur: Hanggoro and Team
Konsultan Mekanikal & Elektrikal: PT Duta Karya Teknik Perdana
Quantity Surveyor: PT Arsi Granada Muda
Konsultan Lanskap: RAD+ar (PT. Reka Arstistik Dinamis)
Kontraktor Utama: PT Sinar Mulya Propertindo
Interior Fit-Out Contractor: PT Sinar Mulya Propertindo
Foto/Gambar: RAD+ar (PT. Reka Arstistik Dinamis)