INTERIORS

Alila Solo

Merit: Lodging | Indonesia | BCI Asia Interior Design Awards 2019

Sudah menjadi salah satu ikon di kota Surakarta, atau yang dikenal dengan Solo, Alila Solo merupakan proyek hospitality yang digagas sejak lama, tepatnya sejak tahun 2011. Proses desain yang unik dan pembuatannya yang menantang membuat hotel dengan 255 kamar ini baru selesai sepenuhnya dan dibuka untuk publik pada akhir 2015.

Didesain dengan bentuk kubus-kubus menjulang tinggi, seperti sebuah sumpit, bentuk massa-nya disusun mengumpul di tengah dengan bentuk pipih melalui fasad yang diciptakan tidak monoton. Di bawahnya, terdapat bangunan bertekstur batu yang terkesan lebih berat, salah satunya untuk mewadahi keberadaan convention hall yang mewah dan luas, di samping pemanfaatan lobi dan public area lainnya, termasuk restoran dan café yang ditempatkan di muka bangunan. Pada pertemuan massa bagian atas dan bawah bangunan Alila Solo ini, terdapat podium berisi kolam renang yang luas, fitness center dan spa.

MENGEDEPANKAN BUDAYA LOKAL
Ide awal dari desain interior Alila Solo yang didesain oleh PT Duta Cermat Mandiri (DCM) ini diselaraskan oleh konsep desain arsitekturnya yang juga ditangani oleh konsultan yang sama. Keinginan untuk mengedepankan budaya Solo yang kuat disematkan pada DNA utama desain interiornya, termasuk dengan penggunaan semua karya seni yang dibuat oleh seniman dan pengerajin asal Surakarta sendiri.

Batik dan wayang sebagai sebagian ciri khas terkenal kota ini dimanfaatkan hampir di seluruh penjuru hotel. Selendang batik sepanjang 40 meter yang diukir di atas alumunium dipapar pada area lobi dengan menggambarkan kisah Mahabarata. Kreasi kain batik dari Bin House dikreasi untuk menghiasi kamar suites dan lantai bar yang terletak di roof top bangunan. Para pahlawan-pahlawan yang terdapat pada kisah pewayangan juga menjadi tema utama dari interior Alila Solo.

BATIK DAN WAYANG
Di area publik, DCM tidak membuat sekat tertutup sehingga pengunjung akan merasakan alur menawan yang menghubungkan lobi hingga ke dining area, bahkan hingga area pre-function di sekitar hall. Ornamen yang menghiasi area-area tersebut adalah bentuk batik bermotif kawung yang ditempatkan sebagai pola kaca jendela dan partisi pada area makan. Dengan menerapkan polesan warna lembut dan natural, kesan elegan dari hotel ini berpadu dengan nuansa akrab dan hangat.

Pemanfaatan produk-produk lokal juga diterapkan pada proyek ini. Pada area-area kamar tidur, DCM menghadirkan desain furniture dari Jawa Tengah. Di atas ranjang terdapat lukisan besar dari karakter-karakter wayang yang didesain khusus oleh tim DCM dan dipajang sebagai wallpaper. Lantai kamar mandinya memanfaatkan marmer asal Sulawesi dengan pemilihan warna yang terang. Pemakaian produk-produk lokal tersebut membuat pesan yang ingin disampaikan oleh Alila Solo tersampaikan, yakni hotel ini harus menjadi cermin dari budaya Indonesia, dan Solo khususnya. Kesan itu memang dapat dirasakan oleh para tamu yang menginap di hotel setinggi 27 lantai ini.

DATA PROYEK
Nama Proyek: Alila Solo
Lokasi: Ex. Faroka Solo, Jl. Slamet Riyadi, Solo, Jawa Tegah
Selesai: Oktober 2015
Luas Tapak : 13.000 meter persegi
Luas Area: 14.898 meter persegi
Tinggi Bangunan: 120 meter
Jumlah Lantai: 27 lantai
Jumlah Kamar: 255
Klien/Pemilik: PT Catur Putra Jati
Konsultan Arsitektur: PT Duta Cermat Mandiri (DCM)
Principal Architect: Ir. Budiman Hendropurnomo, IAI FRAIA
Konsultan Desain Interior: PT Duta Cermat Mandiri (DCM)
Principal Designer:
Ir. Budiman Hendropurnomo, IAI FRAIA – Interior Design Conceptual & Artwork
Faisal Ridwan – Interior Designer
Konsultan Sipil & Struktur: PT Davy Sukamta Consultant
Konsultan Mekanikal & Elektrikal: PT Makesthi Enggal Engineering
Konsultan Pencahayaan: Litac
Quantity Surveyor: PT Rekagriya Menarabuana
Konsultan Arsitek Lanskap: PT Duta Cermat Mandiri (DCM)
Kontraktor Utama: PT Wijaya Kusuma Contractor
Interior Fit-Out Contractor (Furnitur, Dekorasi & Karya Seni):
Dicky Hendrasto (DCM Jakarta)
Sucahya
Dea (Bin House Solo Studi)
James Tirto Blitar
Interior Fit-Out Contractor (Kamar Tidur): Citra Christophindo Mulia (CCM) & Intercharis
Foto/Gambar: PT Duta Cermat Mandiri (DCM)

cplus-ad3