INTERIORS

Airport Operation Control Centre

Kebutuhan infrastruktur bandara mengalami perkembangan akan pengelolaan proses, prosedur, fasilitas, dan peralatan yang lebih sistematis dan proaktif. Selain itu, keseluruhan kordinasi melibatkan banyak entitas dengan berbagai yurisdiksi fungsional secara real time. Hal tersebut menjadi latar kebutuhan pusat komando dan control, Airport Operation Control Centre (AOCC), yang bertugas mengawasi operasional bandara sebagai pusat koordinasi antar stakeholders bandara.

Dengan latar belakang tersebut, Angkasa Pura I bersama PT Angkasa Pura Properti mulai menghadirkan AOCC pada berbagai bandara di Indonesia untuk mendukung kontrol operasional penerbangan, salah satunya di Ngurah Rai International Airport, Bali. Dengan adanya AOCC, operasional penerbangan dapat secara efektif mencapai airport collaborative decision making (ACDM).

PUSAT KONTROL OPERASIONAL PENERBANGAN
AOCC merupakan pusat koordinasi antar stakeholders operasional bandara. Dengan adanya AOCC, informasi operasional bandara dapat diakses seacara terkoordinasi di Main Operation Control Room. Koordinasi ini menggunakan teknologi dan membutuhkan kecepatan, baik dalam pencarian informasi maupun pengambilan keputusan.

Tujuan utama dari AOCC adalah untuk meningkatkan air traffic flow dan capacity management sehingga pengelola bandara mampu mengukur kualitas pelayanan secara real time dan meminimalisasi keterlambatan penerbangan. Selain itu, ruang kontrol yang terkoordinasi ini dapat mendukung peningkatan analisa dan memprediksi keadaan operasional dan kondisi fasilitas bandara, mengoptimalkan pemanfaatan fasilitas dan SDM yang ada, serta memberikan informasi kualitas layanan baik dan dapat diukur pengguna bandara.

HIGH TECH + SPEED
AOCC menerapkan konsep desain interior high tech + speed yang futuristik, simple, dinamis, inovatif, estetik, dan fleksibel. Sesuai dengan fungsinya yang lekat akan penggunaan teknologi, interior AOCC menerapkan konsep futuristik. Penerapan konsep ini ditonjolkan dengan adanya elemen video wall pada Main Operation Control Room dan penggunaan switch glass sebagai dinding partisi sebagai respon akan kebutuhan privasinya. Secara desain, interior AOCC relatif simple supaya user dapat merasa nyaman secara visual yang minim ornamen.

Sementara itu, alur kerja di Main Operation Control Room masih dapat diperbaharui dari waktu ke waktu secara fleksibel yang didukung dengan penggunaan material lantai dan furnitur yang diaplikasikan. Backdrop video wall dibuat modular untuk membuka kemungkinan perubahan konfigurasi atau penambahan video wall itu sendiri. Interior AOCC menonjolkan desain yang dinamis, serta paduan warna interior yang mengedepankan kenyamanan kerja.

FASILITAS RUANG DAN MATERIAL
AOCC mengakomodasi berbagai ruang untuk kepentingan kontrol operasional penerbangan, yaitu Main Operation Control Room untuk monitoring operasional bandara dan koordinasi antar stakeholder dengan skala kecil. Selain itu, juga terdapat Meeting Room untuk kegiatan rapat, koordinasi dengan skala lebih besar, juga sebagai Situation Room. Terdapat pula Viewing Gallery sebagai tempat untuk dapat memperlihatkan kepada tamu kegiatan di AOCC dan Training Room sebagai tempat untuk training.

Terdapat pula ruang yang mendukung kebutuhan ruang utama, yaitu VIP Room sebagai ruang tunggu untuk tamu VIP, Library sebagai tempat penyimpanan arsip, ruang kerja rutin beberapa unit, ruang workshop teknis, ruang istirahat, serta ruang servis. Ada pula Coworking Office sebagai lokasi kerja dengan layout yang lebih fleksibel dan dapat menjadi tempat untuk acara-acara komunal.

Material lantai ruangan ini menggunakan karpet tile di atas raised floor untuk kemudahan akses maintenance perangkat dan jaringan elektrikal maupun elektronika. Selain itu, AOCC menerapkan furnitur berupa meja kerja yang ergonomis dan dapat mengakomodasi cable management, heat management, CPU storage, dan triple LCD monitor arm.

AOCC DI BERBAGAI BANDARA DI INDONESIA
Proses desain dan konstruksi yang menarik dari AOCC adalah menyatukan kebutuhan dan pendapat dari stakeholder, baik di cabang Bali maupun di kantor pusat. Banyak terjadi selisih paham dalam perjalanan desainnya. Tantangan terbesar pada saat konstruksi adalah lokasi pekerjaan yang berada di terminal internasional yang merupakan area kerja terbatas bagi pekerjaan konstruksi.

Kebutuhan AOCC pada setiap bandara berbeda, tergantung pada kapasitas, waktu operasional, dan area yang tersedia di bandara itu sendiri. Saat ini, AOCC sudah beroperasi di 10 Bandara PT Angkasa Pura I (Persero), yaitu: Sultan Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan International Airport, Balikpapan, Kalimantan Selatan (BPN); Syamsudin Noor International Airport, Banjar Baru, Kalimantan Selatan (BDJ); Sultan Hasanuddin Airport, Makassar, Sulawesi Selatan (UPG); Adisucipto International Airport, Yogyakarta (JOG); Adi Soemarmo International Airport, Solo, Jawa Tengah (SOC); Lombok International Airport, Lombok, Nusa Tenggara Barat (LOP); Juanda International Airport, Surabaya, Jawa Timur (SUB); Pattimura International Airport, Ambon, Maluku (AMQ); Bandara Frans Kaisiepo Biak,  Papua (BIK); dan Ngurah Rai International Airport, Bali (DPS).

DATA PROYEK
Nama Proyek: Airport Operation Control Centre (AOCC)
Lokasi: Ngurah Rai International Airport, Bali
Selesai: 5 April 2019
Luas Bangunan: 2.150 meter persegi
Jumlah Lantai: 1
Klien/Pemilik: PT Angkasa Pura I (Persero)
Kontraktor Utama: PT Angkasa Pura Properti
Kontraktor Fit-Out Interior: PT Angkasa Pura Properti
Foto/Gambar: PT Angkasa Pura Properti

cplus-ad3