INTERIORS

A/A Bar

Sejak dibuka pada pertengahan tahun 2019, A/A Bar menjadi sebuah destinasi untuk melepas penat dari rutinitas ibu kota. Terletak di area komersial yang semakin dikenal sebagai kawasan hiburan di area Gunawarman, Jakarta Selatan, A/A Bar yang didesain oleh Bitte Design Studio menawarkan konsep hiburan dengan latar belakang era yang berbeda melalui konsep speakeasy bar.

Konsep speakeasy bar diimplementasikan secara matang pada bar ini dengan pemilihan material hingga furnitur custom made. Melalui konsep ini, A/A Bar menciptakan suasana yang seolah mengajak pengunjung melintasi waktu menuju bar dengan ambiance teatrikal ala era 1920.

DAYA TARIK MISTERIUS
Mengacu pada kondisi era prohibition di tahun 1920, speakeasy bar sendiri merupakan istilah bar ilegal di Amerika. Pada era tersebut, alkohol dijual secara ilegal sehingga bar yang ada didesain secara terselubung.

Konsep ini diimplementasikan secara menyeluruh pada A/A Bar, diawali dari desain kulit luar bar dan pintu masuk yang jauh dari kesan gemerlap, namun memancarkan daya tarik misterius. Pada area entrance, terdapat rak buku berlatar belakang rustic mirror yang ternyata merupakan kamuflase pintu masuk, di mana pengunjung perlu menemukan buku yang tepat untuk membuka pintu tersebut.

MATERIAL DAN ORNAMEN ERA 1920
Memasuki interior utama A/A Bar, area bar dan display shelving menjadi elemen yang ditonjolkan untuk memperkuat sisi misterius ala era prohibition. Pada area bar, elemen dinding didesain untuk menjadi representasi old medicine drawer dengan detail brass handle dan label pada masing-masing laci yang ada. Begitu pula pada lemari display panjang dengan beragam dekorasi untuk menciptakan detail layer yang memperkuat konsep desain yang diusung.

Dengan kapasitas tempat duduk eksklusif mencapai 120 orang, Bitte Design Studio memberikan sentuhan intim pada proyek ini melalui detail material dan ornamen custom made pada keseluruhan elemen interior, baik lighting fixture hingga furnitur. Untuk mengangkat ambiance di masa itu, dilakukan riset dan hunting material untuk mendapatkan yang sesuai.

Beberapa material yang digunakan meliputi dark wood jenis walnut, logam seperti kuningan, hingga permainan berbagai jenis dan motif fabric. Seperti sudah menjadi ciri khas Bitte Design Studio, detail ornamen pun menjadi perhatian khusus, dari pemilihan material fabric berupa blue velvet dengan detail patterned, cat tekstur hijau gelap, padded wall, serta berbagai elemen dekorasi berupa rustic mirror hingga gipsum cetak yang memperkuat ambiance teatrikal.

RUANG KREATIF DENGAN MOOD JAZZY BLUES
A/A Bar berada di sebuah bangunan sewa dengan keterbatasan tinggi, termasuk dari sisi struktur. Di sisi lain, Ismaya Group sebagai klien menginginkan proyek bar ini dapat mengakomodasi aktivitas live band. Dalam upaya mengoptimalkan kualitas akustik yang baik untuk live band tersebut, maka desain keseluruhan lantai, dinding, dan plafon dengan menggunakan bahan-bahan yang juga dapat berfungsi sebagai material akustik.

Pertimbangan teknis desain akustik ini didukung dengan colour scheme pada area interior dari perpaduan detail material dan ornamen yang menciptakan vibe underground dengan mood jazzy blues ala tahun 1920. Kini, A/A Bar ini menjadi salah satu ruang kreatif di bilangan Gunawarman di mana para musisi dan penikmat musik jazz dan blues bisa berkreasi, berkolaborasi atau sekadar hanya bersantai dari kepenatan rutinitas sehari-hari.

DATA PROYEK
Nama Proyek: A/A Bar
Lokasi: Jalan Gunawarman No. 79, Jakarta
Selesai: Maret 2019
Luas Area: 180 meter persegi
Klien: Ismaya Group
Konsultan Desain Interior: Bitte Design Studio
Principal Designer: Chrisye Octaviani & Agatha Carolina
Quantity Surveyor: Ton Ton (Dwitunggal Mandiri)
Konsultan Lighting: Litac
Kontraktor Interior Fit-Out: Ton Ton (Dwitunggal Mandiri)
Foto: Bitte Design Studio

  • This field is for validation purposes and should be left unchanged.